MENU
KTT ASEAN ke-48 Bahas Isu Krisis Myanmar
WA FB
Berita

KTT ASEAN ke-48 Bahas Isu Krisis Myanmar

T Editor : Tigor Munthe | 09 May 2026 | 14:13 WIB
KTT ASEAN ke-48 Bahas Isu Krisis Myanmar
Menteri Luar Negeri Sugiono. (Foto: Setpres)

JAKARTA, Sinata.id - Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan stabilitas dan rekonsiliasi kawasan Asia Tenggara dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu.

Dalam sejumlah sesi pertemuan para pemimpin ASEAN, isu krisis di Myanmar menjadi salah satu pembahasan utama.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan para pemimpin ASEAN membahas perkembangan terbaru di Myanmar pascapelaksanaan pemilu dan pembentukan pemerintahan baru di negara tersebut.

Menurut Sugiono, Indonesia sejak awal menekankan pentingnya proses politik yang inklusif dan berorientasi pada perdamaian.

“Dari awal posisi Indonesia adalah jika pemilu tersebut berlangsung, pemilu yang dilangsungkan harus inklusif, kemudian mampu mengadress masalah-masalah yang ada di sana, kemudian juga mampu membawa perdamaian, kemudian bisa menciptakan suatu situasi yang lebih baik,” ujar Sugiono kepada awak media, Sabtu (9/5/2026).

Indonesia juga menegaskan pentingnya implementasi five point consensus ASEAN sebagai dasar penyelesaian krisis Myanmar.

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin ASEAN turut menyoroti sejumlah perkembangan positif dari pemerintahan baru Myanmar.

Sugiono mengungkapkan, pemerintah Myanmar disebut telah membebaskan lebih dari enam ribu tahanan politik serta melakukan perubahan status terhadap Aung San Suu Kyi.

“Setelah pemilu, ada beberapa gesture positif yang dinilai juga perlu diapresiasi yang dilakukan oleh pemerintah baru,” katanya.

Menurut Sugiono, perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi komitmen dalam konsensus lima poin ASEAN.

Karena itu, negara-negara ASEAN dinilai perlu terus mendorong perbaikan situasi di Myanmar melalui pendekatan dialog dan keterlibatan aktif.

“Pada intinya semua berpendapat, sepaham bahwa sebagai satu keluarga dalam sebuah kawasan ASEAN, negara-negara anggota harus terus memberikan perhatiannya, concernnya, dan terus meng-engage Myanmar untuk bisa menemukan jalan yang mereka tentukan sendiri dalam rangka memperbaiki situasi negaranya,” lanjutnya.

Selain membahas Myanmar, Presiden Prabowo juga menyampaikan pentingnya rekonsiliasi dan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan perbatasan di kawasan, termasuk ketegangan antara Thailand dan Kamboja.

Menurut Sugiono, Presiden Prabowo menilai persoalan perbatasan sebaiknya diselesaikan melalui dialog, negosiasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat di masing-masing negara.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.