MENU
Kuah Beulangong, Warisan Rasa Aceh yang Mendunia
WA FB
Berita

Kuah Beulangong, Warisan Rasa Aceh yang Mendunia

G Editor : Gunawan Purba | 07 Jun 2026 | 12:25 WIB
Kuah Beulangong, Warisan Rasa Aceh yang Mendunia
Kuah beulangong, kuliner khas Aceh

Menurutnya, pengalaman dan ketelitian sangat dibutuhkan dalam meracik masakan tersebut. Karena itu, biasanya ada orang-orang tertentu yang dipercaya untuk mengawasi rasa selama proses memasak berlangsung.

Popularitas kuah beulangong kini tidak hanya terbatas di Aceh. Kuliner khas ini telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia melalui para perantau Aceh yang membuka usaha rumah makan.

Di sejumlah kota seperti Medan, Kisaran, hingga Tebing Tinggi, menu kuah beulangong semakin mudah ditemukan. Meski berada jauh dari kampung halaman, para pelaku usaha tetap mempertahankan cita rasa autentiknya dengan mendatangkan langsung bumbu dan rempah-rempah dari Aceh.

Salah seorang peracik dan penyedia bumbu khas Aceh Besar, Zulkarnaini, mengungkapkan bahwa racikan rempah buatannya bahkan telah dikirim ke berbagai negara.

“Banyak pesanan datang dari Malaysia, Brunei Darussalam, Denmark, hingga Swedia. Umumnya yang memesan adalah warga Aceh yang tinggal di luar negeri,” ujarnya.

Tak heran jika kuah beulangong kini mulai dikenal oleh masyarakat internasional. Sejumlah negara seperti Denmark, Turki, dan Swedia disebut memiliki cukup banyak penikmat kuliner khas Aceh tersebut.

Para wisatawan yang berkunjung ke Aceh pun kerap menjadikan kuah beulangong sebagai menu yang wajib dicicipi. Selain kuah beulangong, kuliner lain yang juga banyak diburu adalah kari bebek masak putih yang tak kalah legendaris.

Kekayaan kuliner Aceh menjadi bukti kuatnya warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat hingga saat ini. Di tengah derasnya arus modernisasi, berbagai resep peninggalan leluhur tetap lestari dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kuah beulangong pun menjadi lebih dari sekadar makanan. Ia adalah cerita tentang kebersamaan, tradisi, dan identitas masyarakat Aceh yang terus hidup dari masa ke masa. (SN24)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.