Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.
Ayat Roma 1:16 adalah salah satu ayat paling fundamental dan terkenal dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Ayat ini sering dianggap sebagai "inti sari" atau tesis utama dari seluruh teologi Surat Roma.
Teks lengkapnya (menurut Terjemahan Baru LAI) berbunyi: "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani." Untuk memahami maknanya secara mendalam, kita bisa membedah ayat ini menjadi empat bagian utama:
1. "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil..."
(Dalam beberapa terjemahan lain seperti fasa kuno atau bahasa Inggris: "Sebab aku tidak malu akan Injil...") Konteks Historis: Pada zaman itu, mengabarkan tentang seorang Mesias yang mati disalibkan dianggap sebagai hal yang bodoh oleh orang Yunani (karena tidak logis) dan menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi (karena terkutuk menurut hukum Taurat). Berdiri di pusat Kekaisaran Roma—kota yang mengagungkan kekuatan militer, kekayaan, dan filsafat—membawa pesan tentang Yesus yang disalib bisa memicu rasa malu atau minder.
Makna: Paulus menegaskan bahwa ia sama sekali tidak malu atau ragu. Kata "keyakinan yang kokoh" menunjukkan keberanian yang lahir dari keyakinan mutlak bahwa pesan Kristus adalah kebenaran sejati, bukan sebuah kelemahan.
2. "...karena Injil adalah kekuatan Allah..."
Kata Asli: Dalam teks Yunani, kata yang digunakan untuk "kekuatan" adalah Dunamis (akar kata dari dinamit atau dinamo).
Makna: Injil (Kabar Baik tentang kematian dan kebangkitan Yesus) bukan sekadar konsep filsafat, teori moral, atau nasihat bijak. Injil adalah kekuatan yang aktif dan dinamis. Jika dinamit bisa menghancurkan batu karang, maka Dunamis Allah ini sanggup menghancurkan belenggu dosa, mengubah kerasnya hati manusia, dan memberikan kehidupan yang baru. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh hukum agama manapun.
3. "yang menyelamatkan"
Makna: Tujuan dari kekuatan Allah ini sangat spesifik, yaitu keselamatan (Soteria). Selamat di sini memiliki makna yang sangat luas: Selamat dari hukuman dosa (masa lalu). Selamat dari kuasa dosa dalam kehidupan sehari-hari (masa kini). Selamat dari murka Allah yang akan datang dan menerima hidup kekal (masa depan). Injil bukan sekadar membuat hidup manusia menjadi "lebih baik", melainkan menghidupkan kembali manusia yang secara rohani telah "mati" akibat dosa.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.