MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Kue Talam Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Jajanan Tradisional Fa...
WA FB
Wisata & Kuliner

Kue Talam Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Jajanan Tradisional Favorit Semua Generasi

J Editor : Jansen Siahaan | 17 May 2026 | 12:05 WIB
Kue Talam Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Jajanan Tradisional Favorit Semua Generasi
Ilustrasi kue talam ubi merah. (shutterstock)

Pematangsiantar, Sinata.id – Di tengah derasnya arus modernisasi kuliner dan menjamurnya makanan cepat saji dari luar negeri, keberadaan jajanan tradisional Indonesia masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Salah satu kuliner tradisional yang tetap bertahan dan digemari hingga kini adalah kue talam.

Kue berbahan dasar tepung dan santan tersebut dikenal memiliki cita rasa lembut, manis, dan gurih yang khas. Perpaduan rasa itu membuat kue talam menjadi sajian yang mampu menghadirkan nostalgia bagi banyak orang.

Kue talam termasuk salah satu jajanan pasar yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Meski memiliki variasi bentuk dan bahan di setiap wilayah, ciri khas utamanya tetap sama, yakni tekstur lembut dengan penyajian dalam cetakan kecil berbentuk bulat atau persegi.

Warna kue talam pun beragam, mulai dari hijau pandan, putih santan, hingga ungu ubi, tergantung bahan dasar yang digunakan.

Popularitas Kue Talam Kembali Meningkat

Sejumlah pelaku usaha kuliner tradisional menyebut popularitas kue talam kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tren masyarakat yang mulai kembali menyukai makanan tradisional menjadi salah satu faktor meningkatnya permintaan terhadap jajanan pasar.

Selain dianggap lebih alami, makanan tradisional juga dinilai memiliki nilai budaya yang tinggi.

Seorang pedagang kue tradisional di Bandung, Siti Nurhayati, mengaku penjualan kue talam meningkat terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

“Sekarang banyak anak muda yang mencari jajanan pasar untuk acara keluarga atau sekadar nostalgia. Kue talam menjadi salah satu yang paling diminati karena rasanya ringan dan cocok dinikmati bersama teh atau kopi,” ujarnya.

Warisan Kuliner Nusantara

Kue talam dipercaya berasal dari budaya kuliner Melayu yang kemudian berkembang di berbagai daerah Nusantara.

Di Sumatera, misalnya, terdapat talam ubi yang menggunakan ubi ungu atau ubi kuning sebagai bahan utama. Sementara di Pulau Jawa, kue talam lebih sering dibuat dari campuran tepung beras, tepung tapioka, santan, dan pandan.

Proses pembuatannya tergolong sederhana, namun membutuhkan ketelitian agar menghasilkan tekstur lembut dan tidak mudah pecah.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.