MENU
Banner SINATA.ID
KUR Dorong Pertumbuhan UMKM-Inklusi Keuangan
WA FB

KUR Dorong Pertumbuhan UMKM-Inklusi Keuangan

T Editor : Tumpal Pandapotan 04 Nov 2025 | 18:50 WIB
KUR Dorong Pertumbuhan UMKM-Inklusi Keuangan
Pemko Pematangsiantar serahkan KUR kepada pelaku UMKM. dok Pemko Pematangsiantar

Pematangsiantar, Sinata.id – Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama pimpinan perbankan menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada pelaku UMKM pada puncak acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Gedung Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Selasa (4/11/2025).

KUR berasal dari Bank BRI, Bank Sumut, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Acara yang mengusung tema "Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sebagai dasar peningkatan kesejahteraan dan kemandirian finansial.

Wesly menjelaskan bahwa Bulan Inklusi Keuangan yang biasanya diadakan setiap Oktober, baru bisa terlaksana pada awal November tahun ini. Ia menekankan pentingnya inklusi keuangan dalam memudahkan masyarakat memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, mulai dari pembukaan rekening bank hingga asuransi, pembiayaan, serta investasi.

Program kegiatan BIK 2025 meliputi kampanye peningkatan kesadaran masyarakat, edukasi keuangan untuk generasi muda, serta promosi produk keuangan dengan berbagai insentif seperti diskon dan cashback.

Wesly menyatakan bahwa gerakan nasional ini mendukung penghapusan kesenjangan akses keuangan, khususnya untuk warga di daerah.

Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pematangsiantar, berbagai program telah dijalankan seperti “Satu Rekening Satu Pelajar”, Hari Indonesia Menabung (HIM), One Villa One Agent (OVOA), serta edukasi pasar modal.

Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan masyarakat termasuk pelaku usaha, mahasiswa, serta kelompok wanita, dan sejalan dengan target inklusi keuangan nasional sebesar 91 persen pada 2025 dan 98 persen pada 2045 sesuai RPJMN 2025-2029.

Wesly menambahkan bahwa inklusi keuangan merupakan akses efektif dan berkelanjutan ke produk keuangan—meliputi perbankan, asuransi, investasi, dan teknologi finansial—dan literasi keuangan sangat diperlukan supaya masyarakat dapat memilih produk yang sesuai kebutuhan.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdako Pematangsiantar Sari Dewi Rizkiyani Damanik mengungkapkan, inklusi keuangan menjadi salah satu indikator utama pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga 8 persen, sesuai target RPJMN 2025-2029.

Implementasi indikator Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) diperkuat oleh strategi nasional yang tertuang dalam Perpres Nomor 114 Tahun 2020 untuk mencapai target 90 persen inklusi keuangan tahun 2025 dan 98 persen pada 2045.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.