MENU
Lapar dan Haus Akan Kebenaran: Jalan Menuju Kepuasan Sejati
WA FB
Religi

Lapar dan Haus Akan Kebenaran: Jalan Menuju Kepuasan Sejati

F Editor : Ferry SP Sinamo | 18 Oct 2025 | 05:02 WIB
Lapar dan Haus Akan Kebenaran: Jalan Menuju Kepuasan Sejati
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Pdt Mis. EV Daniel Pardede,SH.MH Matius 5:6

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.”

Sahabat Kristus yang terkasih, Syair lagu “Anak Medan” pernah berkata:

“Susah ni donganhu ndang boi tarbereng ahu, titik darah penghabisan rela do ahu kawan, hancur demi kawan happy do diahu.”

(Lirik ini menggambarkan kesetiaan seorang sahabat yang rela berkorban demi temannya, bahkan sampai titik darah penghabisan.)

Lagu ini bukan hanya populer di kalangan orang Batak atau Medan, tetapi juga di berbagai daerah dan bangsa lain. Nilai yang diangkatnya adalah kasih, kesetiaan, dan pengorbanan — sesuatu yang kini semakin langka di dunia yang dikuasai kepentingan diri sendiri.

Namun firman Tuhan hari ini mengajak kita naik lebih tinggi: Haus dan lapar akan kebenaran, bukan sekadar mencari pembenaran diri, melainkan mencari dan hidup dalam kebenaran Allah.

Sebab kebenaran manusia sering kali penuh muslihat — menolong untuk mencari balasan, memberi agar mendapat imbalan, bahkan memakai nama kemanusiaan demi memperkaya diri. Tetapi kebenaran Allah murni, tanpa pamrih, dan dilandasi kasih sejati.

Yesus Kristus menunjukkan puncak kebenaran dan kasih itu. Ia rela menyerahkan nyawa-Nya demi keselamatan manusia, bukan karena terpaksa atau tak mampu melawan, tetapi karena kasih-Nya yang sempurna. Seperti tertulis:

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13)

Dan firman menegaskan:

“Berilah hormat kepada Allah kita, Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil. Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.” (Ulangan 32:3–4; Wahyu 15:3–4)

Karena itu, marilah kita lapar dan haus akan kebenaran dan keadilan Allah, sebab hanya di sanalah kita akan menemukan kepuasan sejati dan damai yang melampaui segala akal.

“Lebih berbahagia orang yang memberi daripada yang menerima.”

“Siapa yang terus haus akan kebenaran Allah, tidak akan pernah kehausan dalam hidupnya — sebab Tuhan sendiri yang menjadi sumber air kehidupan itu.”Shalom.( A27)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.