Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.
Menghormati Hak Sesama Menurut Firman Tuhan. Ulangan 27:17 menegaskan, “Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesamanya manusia.” Firman ini bukan sekadar peringatan hukum, melainkan pesan moral yang menuntun umat percaya untuk hidup dalam kejujuran, keadilan, dan penghormatan terhadap hak orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, pelanggaran sering dimulai dari hal yang dianggap kecil. Ada orang yang mengambil barang milik orang lain permen, buah, atau benda kecil dengan anggapan bahwa hal itu tidak merugikan. Namun dalam pandangan Tuhan, tindakan mengambil yang bukan haknya tetaplah dosa, sekecil apa pun nilainya.
Prinsip yang sama berlaku dalam perkara tanah. Menggeser batas tanah, memperluas lahan dengan cara tidak jujur, atau memanfaatkan kelengahan orang lain adalah tindakan yang dikecam keras dalam Alkitab. Dalam masyarakat, tindakan ini kerap menimbulkan konflik, sengketa hukum, bahkan permusuhan yang berkepanjangan.
Firman Tuhan menempatkan kejujuran sebagai dasar kehidupan umat-Nya. Tuhan tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses dan sikap hati manusia. Karena itu, perintah untuk tidak menggeser batas tanah menjadi simbol larangan untuk merampas hak sesama dalam bentuk apa pun.
Contoh Doa yang Berkenan: Yabes
Alkitab memberikan contoh yang berbeda melalui kisah Yabes dalam 1 Tawarikh 4:10. Yabes tidak mengambil milik orang lain, melainkan berdoa agar Tuhan sendiri yang memperluas wilayahnya. Doanya dijawab karena ia meminta dengan hati yang benar, bukan melalui cara yang curang.
Kisah ini mengajarkan bahwa berkat sejati datang dari Tuhan, bukan dari tindakan yang melanggar hak sesama. Apa yang diperoleh melalui kecurangan tidak akan membawa damai, tetapi justru mendatangkan masalah.
Pesan Moral bagi Kehidupan Sehari-hari
Larangan menggeser batas tanah mengandung pesan yang lebih luas, yaitu:
1. Hidup dalam kejujuran, sekecil apa pun perkara yang dihadapi.
2. Menghormati hak milik orang lain sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan.
3. Mencari berkat melalui doa dan kerja keras, bukan melalui kecurangan.
4. Menjaga hubungan damai dengan sesama.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa berkat sejati tidak pernah lahir dari kecurangan, melainkan dari hati yang takut akan Tuhan.
Orang yang hidup jujur akan dipelihara-Nya, seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang berbuah pada waktunya dan tidak pernah layu.
Sebab itu, pilihlah jalan kebenaran, hormati hak sesama, dan biarkan Tuhan sendiri yang memperluas hidupmu sesuai kehendak-Nya. Shalom. (A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini