Moskow, Sinata.id - Di tengah ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan energi global, puluhan kapal tanker yang membawa minyak Rusia kini berubah menjadi semacam “gudang terapung” di laut Asia.
Setidaknya 19 juta barel minyak mentah Rusia bersama sekitar 310.000 ton produk bahan bakar olahan saat ini berada di atas kapal tanker yang berlayar di kawasan perairan Asia dan siap dijual kepada pembeli. Data ini diperoleh dari sistem pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg.
Kargo raksasa tersebut tersebar di sekitar 30 kapal tanker, yang sebagian besar masih belum memiliki tujuan pengiriman yang jelas.
Menurut data pelayaran, dikutip Jumat (13/3/2026), sekitar 25 kapal membawa minyak mentah Rusia berbagai jenis, termasuk tipe Sokol yang saat ini berada di sekitar perairan dekat China. Sementara beberapa tanker lainnya terlihat beroperasi di kawasan Laut Arab dengan muatan minyak jenis Urals.
Banyak kapal tersebut menunjukkan status “menunggu pesanan”, yang berarti minyak di dalamnya belum memiliki pembeli atau pelabuhan tujuan.
Sebagian tanker juga memberikan sinyal akan menuju Singapura atau Malaysia, dua titik pelayaran yang sering digunakan sebagai lokasi tunggu sementara sebelum kargo minyak dipasarkan.
Situasi ini terjadi di tengah lonjakan harga energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Gangguan besar terhadap jalur perdagangan energi, terutama setelah ketegangan di kawasan Teluk Persia, membuat pasar minyak menjadi semakin sensitif terhadap pasokan.
Produk bahan bakar yang berada di kapal tersebut sebagian besar berupa nafta, bahan baku industri petrokimia untuk memproduksi plastik, serta sejumlah kecil solar yang harganya melonjak akibat gangguan distribusi energi di kawasan tersebut.
Munculnya pasokan minyak Rusia yang “mengambang” di laut juga dipengaruhi kebijakan terbaru Amerika Serikat.
Washington memberikan pengecualian sementara yang mengizinkan pembelian minyak Rusia tertentu, khususnya yang sudah dimuat di kapal sebelum batas waktu tertentu, sebagai langkah meredakan tekanan di pasar energi global.
Kebijakan ini membuka peluang bagi pembeli di Asia untuk mengambil kargo yang sebelumnya tidak memiliki tujuan pengiriman. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.