Selain itu, Tuhan mengingatkan bahwa penderitaan bukan hanya dialami sendiri. Banyak saudara seiman di seluruh dunia juga menghadapi pergumulan yang sama. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk saling menguatkan, bukan saling menghakimi.
Pertanyaan Perenungan
Mengapa untuk melawan iblis kita perlu sadar dan berjaga-jaga? Mengapa iblis diumpamakan seperti singa? Mengapa dikatakan bahwa iblis menelan, bukan sekadar menekan? Dengan apa kita melawan iblis? Mengapa kita harus mengetahui bahwa saudara seiman di seluruh dunia juga mengalami penderitaan?
Kiranya saat teduh ini mengingatkan setiap kita untuk hidup dalam kasih karunia Tuhan, menjaga hati dari penghakiman, dan tetap teguh dalam iman menghadapi setiap tantangan hidup.
Jangan biarkan hati dipenuhi luka, kepahitan, dan penghakiman, sebab hal itu menjadi pintu bagi iblis untuk melemahkan hidup rohani kita. Isilah hidup dengan kasih karunia Tuhan, perkataan yang membangun, dan iman yang teguh. Ketika kita tetap berjaga-jaga dan bersandar kepada Tuhan, maka Dia sendiri yang akan meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan hidup kita sampai selama-lamanya. Selamat bersaat teduh. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.