Sydney, Sinata.id — Legenda balap motor dunia, Casey Stoner, kembali mencuri perhatian publik setelah memberi sinyal kuat bahwa dirinya bertekad menunggang sepeda motor lagi pada tahun 2026, meski sempat mengalami kemunduran kesehatan yang signifikan akhir tahun lalu. Pernyataan optimistis ini disampaikan eks juara dunia MotoGP dua kali dalam wawancara terbaru yang dirilis media internasional, Selasa (17/2/2026).
Pria asal Australia itu membuka percakapan dengan nada hati yang lebih ringan namun penuh harapan. Setelah melalui periode sulit pada akhir 2025 karena serangan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuhnya, Stoner mengaku ingin kembali menikmati aktivitas yang sempat ia rindukan: berada di atas motor.
“Beberapa bulan lalu kesehatan saya kembali menurun, jadi saya belum sempat naik motor sama sekali,” ujar Stoner kepada media Crash.net, dikutip Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa virus yang dideritanya setelah kembali dari perjalanan ke Eropa menyeretnya kembali ke fase sindrom kelelahan kronis yang telah lama diperjuangkannya.
Perjalanan Stoner dalam menghadapi penyakit chronic fatigue syndrome bukanlah hal baru. Diagnosa ini pertama kali ia umumkan pada 2020 dan sejak itu menjadi momok yang tak terduga dalam kehidupan sehari-harinya. Kondisi tersebut menyebabkan kelelahan ekstrem yang datang tanpa peringatan, membuat aktivitas fisik seperti berkendara motor menjadi tantangan besar.
Namun, di tengah ujian berat itu, Stoner menunjukkan mental baja. Ia menuturkan bahwa awalnya ia berhasil menjaga kebugarannya sepanjang 2025 melalui olahraga sepeda dan latihan ringan lainnya. Sayangnya, momentum itu buyar setelah serangan virus yang kembali memperparah kondisinya.
Meski demikian, eks rider Ducati ini tidak kehilangan keyakinan. “Saya harus mundur dan menjauh dari motor untuk sementara. Tetapi saya berharap tahun ini bisa bergerak ke arah yang benar lagi dan mulai menikmati motor sedikit lebih banyak,” tambah Stoner.
Ekspektasi publik terhadap Stoner sangat tinggi. Sebagai salah satu ikon MotoGP, kehadirannya kembali — meski bukan di ajang kompetitif — tetap akan menjadi momen bersejarah. Kembalinya ia ke aktivitas berkendara motor bukan hanya soal personal, tetapi juga simbol kebangkitan setelah masa sulit yang panjang.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.