Semarang, Sinata.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu soroti tentang pentingnya transformasi digital yang serius, dan penguatan fungsi edukasi publik oleh lembaga penyiaran publik dan kantor berita negara.
Hal itu disampaikan Bane pada pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi VII dengan TVRI, RRI, dan LKBN Antara di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bane memberikan perhatian khusus pada paparan Radio Republik Indonesia (RRI), terutama terkait tantangan sumber daya manusia (SDM) dan adaptasi teknologi.
“Kalau bicara soal kendala, kendala itu sesuatu yang tidak bisa diatasi. Tapi kalau masih bisa diatasi, berarti itu bukan kendala. Di era sekarang, teknologi seperti artificial intelligence sudah sangat maju. Broadcaster bisa memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas tampilan dan produksi. Jadi isu SDM untuk tampil di audiovisual, menurut saya, bukan lagi isu utama, selama ada kemauan untuk meningkatkan kemampuan,” ujar Bane.
Ia menilai, lembaga penyiaran publik harus lebih adaptif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat daya saing di tengah ekosistem media yang semakin kompetitif.
Keseriusan Pengelolaan Medsos
Selain aspek teknologi, Bane juga mengkritisi pengelolaan media sosial lembaga penyiaran publik yang dinilai belum optimal. Berdasarkan penelusurannya, aktivitas konten dinilai belum konsisten dan belum menunjukkan strategi digital yang kuat untuk membangun audiens.
“Media itu tidak pernah libur, 24 jam. Tapi saya lihat ada hari-hari di mana tidak ada postingan sama sekali. Kalau mau bertarung dan merebut pasar, harus serius. Tidak bisa sekadar formalitas, yang penting ada konten,” katanya.
Menurutnya, indikator keseriusan dapat dilihat dari konsistensi publikasi, pertumbuhan pengikut, serta tingkat interaksi publik (engagement rate). Ia menekankan bahwa bahkan media digital tanpa wajah (faceless media) mampu meraih jutaan pengikut dan menghasilkan dampak ekonomi, sehingga lembaga penyiaran publik seharusnya memiliki potensi yang lebih besar.
Meski demikian, Bane tetap mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh TVRI, RRI, dan Antara, termasuk dalam mempromosikan UMKM dan program-program pemerintah.
Edukasi KUR
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.