MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Lima Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Batang Toru Ditemukan Men...
WA FB
News

Lima Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Batang Toru Ditemukan Meninggal Dunia

T Editor : Tigor Munthe | 28 May 2026 | 19:16 WIB
Lima Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Batang Toru Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban hanyut di Sungai Batang Toru, Desa Hutapea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (28/5/2026). (Foto: SAR Medan)\n

TAPANULI UTARA, Sinata.id  – Setelah melakukan pencarian intensif selama lima hari, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban hanyut di Sungai Batang Toru, Desa Hutapea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (28/5/2026).

Korban diketahui bernama Abdul Batoran Sihombing (53), yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat memancing di pinggir Sungai Batang Toru pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Operasi pencarian dilakukan oleh Personel Pos Pencarian dan Pertolongan Danau Toba di bawah Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan bersama unsur Tim SAR Gabungan.

Informasi kejadian pertama kali diterima dari Beltsazar Sihombing dari Faji Tapanuli Utara pada Minggu malam sekitar pukul 21.40 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos SAR Danau Toba langsung memberangkatkan lima personel rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan kronologi kejadian, korban saat itu sedang memancing bersama rekannya di pinggir sungai.

Tidak lama kemudian korban diduga tergelincir ke aliran Sungai Batang Toru dan hanyut terbawa arus deras.

Rekan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga yang selanjutnya diteruskan kepada Pos SAR Danau Toba untuk permohonan bantuan pencarian dan pertolongan.

Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung melakukan assessment awal dan briefing operasi pencarian bersama seluruh unsur yang terlibat.

Pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran permukaan sungai menggunakan peralatan water rescue, pemantauan menggunakan drone thermal dan Aqua Eye, hingga scouting darat di sepanjang bantaran sungai.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC), mengatakan seluruh personel bekerja maksimal sejak hari pertama operasi.

“Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan metode penyisiran menggunakan peralatan water rescue, pemantauan melalui drone thermal dan Aqua Eye, serta scouting di sepanjang aliran sungai guna memperluas area pencarian,” ujar Hery Marantika.

Setelah lima hari pencarian, korban akhirnya ditemukan pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 13.28 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan sekitar 1,8 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hanyut.

“Korban ditemukan sekitar 1,8 kilometer dari lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Kami turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah ini,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.