MENU
Link Video Nabila 1 vs 7 Durasi 6 Menit Mengincar Data Pengguna
WA FB
News

Link Video Nabila 1 vs 7 Durasi 6 Menit Mengincar Data Pengguna

R Editor : Redaksi Sinata | 17 Nov 2025 | 16:57 WIB
Link Video Nabila 1 vs 7 Durasi 6 Menit Mengincar Data Pengguna
Remaja menggunakan gawai. (Ilustrasi)

Secara psikologis, detail teknis membuat korban lebih percaya bahwa konten tersebut benar-benar ada.

Namun setelah diverifikasi, tidak ditemukan video apa pun dengan durasi atau isi seperti yang digembar-gemborkan.

Durasi itu diduga hanyalah pancingan.

Dampak Jika Tautan Dibuka

Jika pengguna terpancing klik, akan diarahkan ke situs yang menyerupai TikTok atau YouTube, diminta login ulang, kredensial langsung disedot.

Akun yang diretas berpotensi digunakan untuk menyebarkan hoaks lebih masif, menipu kontak pengguna, mengambil data sensitif, dan menjebol akses ke akun finansial.

Beberapa korban bahkan bisa kehilangan akses permanen.

Selain isu phishing, muncul pula versi cerita dramatis yang diunggah akun @nabila.hayper5, mengisahkan seorang gadis bernama Nabila yang diduga menjadi korban tujuh pria.

Namun setelah ditelusuri, tidak ada laporan kepolisian, tidak ada investigasi media, tidak ada saksi resmi, tidak ada bukti pendukung.

Di akhir kontennya, kreator bahkan menutup narasi dengan kalimat mencurigakan, “Kalau rame, nanti mimin spill.”

Ungkapan ini menguatkan dugaan bahwa cerita tersebut hanyalah konten rekaan untuk mengejar engagement.

Fenomena Ini Sudah Masuk Ranah Kejahatan Siber

Kemenkeu dan BSSN mengingatkan bahwa pola seperti ini merupakan bentuk phishing, teknik penipuan yang memancing korban untuk memberikan data pribadi secara sukarela.

Data yang dicuri bisa meliputi identitas pribadi, akun media sosial, data finansial, hingga informasi sensitif lainnya.

Dan seluruhnya dapat dipakai untuk tindakan kriminal.

Ciri-Ciri Konten Berbahaya yang Harus Diwaspadai

Jika menemukan konten seperti ini, perhatikan komentar identik dan berulang, narasi sensasional tanpa sumber, tautan menuju situs non-resmi, tidak ada verifikasi dari media kredibel, serta proses rumit seperti “salin link 30x”, “cek akun ini dulu”.

Jika konten memiliki ciri tersebut, jangan klik, jangan bagikan.

Cara Melindungi Diri dari Penipuan Berbasis Viral

  1. Abaikan Judul Menggoda
    Konten yang terlalu heboh biasanya bukan hal yang nyata.

  2. Jangan Klik Tautan dari Komentar
    Komentar bisa direkayasa dengan bot.

  3. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA)
    Ini adalah benteng terkuat untuk mencegah peretasan.

  4. Laporkan Konten Mencurigakan
    Gunakan fitur “Report Scam/Misinformation”.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.