Taput, Sinata.id - Tanah longsor terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tarutung–Sipirok tepatnya di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (5/5/2026) sore.
Dalam peristiwa itu, satu unit mobil pikap pengangkut sayur terseret ke jurang bersama penumpangnya.
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah bergerak melakukan evakuasi hingga Rabu dini hari.
Proses pencarian berlangsung dramatis karena kendaraan berada di dasar jurang dan tertimbun material longsor.
Kepala BPBD Tapanuli Utara, Binhot Aritonang, mengatakan mobil yang terseret merupakan Isuzu Traga pengangkut sayur dari arah Tarutung menuju Tapanuli Selatan.
“Penumpang berjumlah tiga orang, satu sopir dan dua penumpang. Sopir selamat, namun dua penumpang ikut terseret longsor bersama mobil,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Korban selamat diketahui bernama Fazar Amri (34), warga Kabupaten Tapanuli Selatan. Ia berhasil keluar meski mengalami luka-luka.
Sementara dua korban lain yang berada di dalam mobil ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terjepit di kabin kendaraan.
Keduanya merupakan pasangan suami istri, yakni Boy Candra Nasution (43) dan Masnibah Hasibuan (38), warga Kabupaten Labuhan Batu.
Tak hanya itu, longsor juga merenggut nyawa seorang pelajar bernama Dava Siagian (15), warga Kecamatan Simangumban, Tapanuli Utara.
Saat kejadian, korban tengah mengendarai sepeda motor bersama temannya untuk pulang ke rumah.
Nahas, Dava terseret material longsor ke jurang, sementara rekannya berhasil menyelamatkan diri.
Evakuasi korban berlangsung sulit karena medan di lokasi sangat curam dan dipenuhi lumpur serta kayu yang ikut terbawa longsor.
Seluruh jenazah kemudian dibawa ke RSUD Tarutung sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Selain menelan korban jiwa, longsor juga sempat melumpuhkan arus lalu lintas di Jalinsum Tarutung–Sipirok.
Material tanah dan batang kayu menutup badan jalan sehingga kendaraan dari dua arah tidak bisa melintas.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan PT Nusantara Hidrotama langsung mengerahkan alat berat untuk membersihkan lokasi.
Saat ini arus lalu lintas mulai kembali normal, namun masih diberlakukan sistem buka-tutup karena proses pembersihan material longsor masih berlangsung. (SN15)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.