MENU
Lubang Hitam Supermasif di Alam Semesta Kini Melambat, Ini Penyebabnya
WA FB
Sains & Teknologi

Lubang Hitam Supermasif di Alam Semesta Kini Melambat, Ini Penyebabnya

J Editor : Jansen Siahaan | 08 Apr 2026 | 09:00 WIB
Lubang Hitam Supermasif di Alam Semesta Kini Melambat, Ini Penyebabnya
Ilustrasi Lubang Hitam Supermasif. (shutterstock)

Pematangsiantar, Sinata.id – Pertumbuhan lubang hitam supermasif (supermassive black holes / SMBH) di alam semesta kini mengalami perlambatan signifikan dibanding masa lalu.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal dan dilansir dari laman Universe Today, Rabu (8/4/2026).

Para ilmuwan menemukan bahwa SMBH tidak lagi tumbuh secepat saat awal pembentukannya, padahal miliaran tahun lalu, lubang hitam ini berkembang dengan sangat pesat.

Masa Puncak Pertumbuhan Sudah Lewat

Penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan SMBH mencapai puncaknya pada periode yang disebut cosmic noon, sekitar 9,5–10,5 miliar tahun lalu, ketika usia alam semesta baru sekitar 3–4 miliar tahun. Pada masa ini, jumlah inti galaksi aktif (Active Galactic Nuclei / AGN) yang sangat terang jauh lebih banyak dibandingkan saat ini.

AGN merupakan fase ketika lubang hitam aktif menyerap materi di sekitarnya, menghasilkan energi tinggi, terutama dalam bentuk sinar-X, yang dapat diamati oleh teleskop luar angkasa. Namun setelah periode tersebut, laju pertumbuhan SMBH mulai menurun drastis hingga kini.

Penulis utama penelitian, Zhibo Yu, menyebut bahwa perlambatan ini telah menjadi pertanyaan besar dalam astronomi:

"Penyebab perlambatan besar ini telah menjadi sebuah misteri yang sudah lama ada. Dengan data sinar-X ini dan pengamatan pendukung pada panjang gelombang lain, kita dapat menguji berbagai gagasan dan mempersempit jawabannya," ujar Zhibo Yu.

Peran Pengamatan Sinar-X

Untuk mengungkap penyebab perlambatan, para peneliti menggunakan data dari teleskop sinar-X seperti Chandra, XMM-Newton, dan eROSITA. Ketika lubang hitam mengakresi materi, gas dan debu membentuk cakram berputar yang memanas dan memancarkan sinar-X.

Semakin kuat pancaran sinar-X dari suatu AGN, semakin cepat pertumbuhan lubang hitam tersebut. Dengan membandingkan emisi ini pada berbagai periode waktu (redshift), ilmuwan dapat melacak perubahan laju pertumbuhan SMBH.

Dalam studi ini, tim menganalisis sekitar 1,3 juta galaksi dan 8.000 lubang hitam supermasif.

Tiga Dugaan Penyebab Perlambatan

Penelitian ini mengajukan tiga kemungkinan penyebab perlambatan pertumbuhan SMBH:

Laju akresi materi yang menurun

Massa lubang hitam yang rata-rata lebih kecil

Jumlah lubang hitam aktif yang semakin sedikit

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.