Pematangsiantar, Sinata.id – Sebuah lubang besar yang menganga di kawasan Simpang Lampu Merah Sangnaualuh, Kota Pematangsiantar, menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Meski telah lama dikeluhkan warga dan disebut telah menyebabkan kecelakaan, kerusakan jalan tersebut hingga kini belum juga diperbaiki.
Pantauan di lokasi, lubang berdiameter lebih dari 50 sentimeter dengan kedalaman hampir satu meter itu berada tepat di jalur utama kendaraan. Letaknya yang berada di kawasan persimpangan padat membuat pengendara harus mengurangi kecepatan secara mendadak untuk menghindarinya.
Kondisi tersebut semakin berbahaya pada malam hari atau saat hujan turun. Selain sulit terlihat, lubang yang tergenang air kerap mengecoh pengendara yang melintas.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Ayu, mengaku waswas setiap kali melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, kerusakan jalan itu berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang belum mengetahui keberadaan lubang tersebut.
"Kalau malam hari sangat berbahaya karena lubangnya cukup dalam dan berada di tengah jalan. Kami berharap segera diperbaiki sebelum menimbulkan korban yang lebih banyak," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga sekitar, M. Siahaan. Ia menyebut lubang tersebut sudah cukup lama dibiarkan tanpa perbaikan permanen. Menurutnya, kerusakan jalan itu tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga telah menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan dan kerusakan kendaraan.
"Sudah ada pengendara yang terjatuh karena menghantam lubang itu. Bahkan bagian depan kendaraannya rusak. Sampai sekarang belum juga diperbaiki," katanya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait lambannya penanganan kerusakan jalan di salah satu titik lalu lintas tersibuk di Kota Pematangsiantar. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum terjadi kecelakaan yang lebih fatal.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematangsiantar, Rado Hotrin Simatupang, mengatakan pihaknya akan segera menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
"Secepatnya tim akan kami turunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemeliharaan. Saat ini tim masih menangani titik lain," ujar Rado saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (15/6/2026).
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.