Sejumlah diplomat menyebutkan, pemungutan suara tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu pagi, setelah mengalami perubahan jadwal.
Dalam rancangan resolusi tersebut, Bahrain mengusulkan izin penggunaan “segala langkah defensif yang diperlukan” untuk menjamin keamanan pelayaran selama minimal enam bulan atau hingga ada keputusan lanjutan dari Dewan.
Usulan ini mendapat dukungan dari negara-negara Teluk serta AS. Dukungan juga datang dari Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, yang menilai langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas kawasan.
Di sisi lain, Inggris turut menggelar pertemuan dengan lebih dari 40 negara guna membahas upaya membuka kembali jalur aman di Selat Hormuz serta mendukung inisiatif Bahrain.
Ketegangan yang terus berlangsung sejak akhir Februari telah memicu lonjakan harga minyak dunia. Konflik berkepanjangan bahkan sempat menghambat aktivitas pelayaran di salah satu jalur energi paling vital di dunia tersebut. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.