Wilayah itu dinilai lebih aman karena berada di dataran yang relatif tinggi dan jauh dari aliran utama banjir.
Bencana tidak hanya menghantam Muara Batang Gadis.
Di Kecamatan Siabu, luapan Sungai Aek Badan memicu banjir dan merusak dek penahan sungai.
Air kemudian meluber ke lahan pertanian, menenggelamkan sekitar 40 hektare sawah.
Tanaman padi yang baru berusia sekitar 10 hari terendam dan terancam gagal panen.
Di Dusun Lubuk Sihim, material longsor berupa tanah, kayu, dan batu terbawa air hingga menghantam satu unit warung milik warga.
Akses menuju dusun tersebut dilaporkan sulit dilalui karena jalan licin dan tertutup material longsoran.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan tak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi dari titik tersebut.
Kecamatan Batahan juga tak luput dari serangan air bah. Desa Batahan III, Batahan IV, dan Pulau Tamang dikepung banjir dengan ketinggian air setara pinggang orang dewasa.
Jalan utama menuju dua desa terputus, menyulitkan distribusi logistik dan akses kendaraan roda dua maupun roda empat.
BPBD Mandailing Natal melaporkan sejumlah dampak signifikan lainnya, ribuan hektare kebun sawit terendam, jalan provinsi di tiga titik tergenang, dan rumah serta lahan warga di dataran rendah terendam lebih dari 50 sentimeter.
Persediaan bahan makanan warga di beberapa lokasi diperkirakan hanya cukup untuk dua hari jika tidak segera mendapat pasokan tambahan.
Kepala Pelaksana BPBD Mandailing Natal, Mukhsin Nasution, menjelaskan pihaknya kini fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan membuka akses wilayah yang terisolasi.
“Penyaluran logistik ke lokasi pengungsian sedang kami siapkan melalui BPBD dan Dinas Sosial. Kondisi di lapangan terus kami pantau mengingat potensi hujan masih cukup tinggi,” ujarnya.
Lanjutkan Membaca: Babak Baru Kasus Kematian Dwinanda Linchia Levi, Istri AKBP Basuki Diperiksa, Terancam Dipecat!
Hingga Selasa sore, hujan berintensitas sedang masih turun di sejumlah kawasan.
Petugas gabungan bersama aparat desa berjibaku di lapangan, sementara relawan dan warga bahu-membahu menjaga dapur umum dan posko pengungsian.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.