MENU
Makna dan Arti Kekristenan yang Sebenarnya: Memiliki Hati yang Berakar...
WA FB
Religi

Makna dan Arti Kekristenan yang Sebenarnya: Memiliki Hati yang Berakar dalam Kasih Kristus

F Editor : Ferry SP Sinamo | 13 Nov 2025 | 05:20 WIB
Makna dan Arti Kekristenan yang Sebenarnya: Memiliki Hati yang Berakar dalam Kasih Kristus
Pastor Dion Ponomban.

Oleh: Pastor Dion Panomban Saat teduh Abba Home Family. Kamis 13 Nov 2025.

Makna dan Arti Kekristenan yang Sebenarnya

Apapun pekerjaan kita — apakah sebagai supir, pengusaha, guru, tentara, mahasiswa, pelajar, pelayan, politisi, atau pekerja di gereja — pertanyaan yang sesungguhnya harus kita renungkan ialah:

Apakah kita menolong orang-orang di sekitar kita?

Apakah kita memuridkan mereka sebagaimana Kristus memuridkan kita?

Banyak gereja dan pelayan Tuhan di masa kini berhenti hanya sampai pada melayani para pelayan, bukan memuridkan manusia. Fokus pelayanan bergeser menjadi pada pertumbuhan organisasi, bukan pada pertumbuhan rohani umat.

Tidak sedikit gereja yang sibuk menyusun strategi agar menjadi mega church dengan jumlah besar, namun tanpa disadari, persaingan dan ambisi tersebut justru menghancurkan kesatuan tubuh Kristus. Esensi dan tujuan Allah bagi gereja sering kali terlupakan — yaitu mengasihi manusia sebagai wujud kasih kepada Allah.

Karena itu, pertanyaan penting yang harus kita jawab adalah:

Apakah kita masih hidup dalam tujuan Allah?

Apakah kita masih memiliki kasih terhadap sesama? Apakah kita masih menggembalakan dengan hati yang penuh belas kasih terhadap orang-orang yang Tuhan percayakan?

Pembacaan Alkitab:

Matius 13:5–6, 20–21 (TB)

(5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

(6) Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

(20) Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. (21) Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

Pertanyaan Perenungan:

1. Seberapa pentingkah pemulihan tanah hati kita? (ayat 5–6) 2. Bagaimana dengan tanah hatimu saat ini? 3. Apakah yang dimaksud dengan tanah yang berbatu? (ayat 5–6, 20–21) 4. Apa ciri-ciri tanah yang berbatu? 5. Apakah kamu masih memiliki ciri tanah yang berbatu dalam hidupmu? (ayat 5–6, 20–21) 6. Bagaimana kamu dapat menyelesaikan tanah yang berbatu dalam hatimu?

Makna Firman:

Tanah yang berbatu menggambarkan hati yang tidak berakar dalam Firman Tuhan. Orang dengan hati seperti ini mendengar Firman dengan gembira, namun cepat layu ketika menghadapi tekanan, pencobaan, atau kekecewaan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.