Dalam ritual tersebut, seluruh anggota keluarga mengangkat yu sheng setinggi mungkin menggunakan sumpit. Gerakan ini melambangkan harapan agar rezeki, keberuntungan, dan kesuksesan terus meningkat di tahun yang baru.
Ikan mentah melambangkan kelimpahan karena kata “yu” berarti ikan sekaligus surplus. Pomelo dimaknai sebagai simbol keberuntungan, sayuran hijau melambangkan kesehatan, kacang tumbuk melambangkan kemakmuran rumah tangga, sementara wijen melambangkan pertumbuhan usaha dan bisnis.
2. Garoupa Kukus, Simbol Keutuhan dan Rezeki Berkelanjutan
Hidangan utama lainnya adalah garoupa kukus khas pesisir Cirebon. Kerapu putih disajikan utuh, dikukus dengan jahe dan daun bawang, lalu disiram saus kecap serta minyak wijen panas.
Dalam tradisi Tionghoa, ikan harus disajikan utuh dan diletakkan di tengah meja sebagai simbol keutuhan hidup dan rezeki yang tidak terputus.
“Saat Imlek, ikan tidak boleh dipotong-potong karena melambangkan rezeki yang terputus,” jelas William Wongso.
Ikan juga melambangkan ketangguhan karena mampu berenang melawan arus, mencerminkan keberanian menghadapi tantangan hidup dan semangat pantang menyerah.
Hidangan Imlek bukan sekadar pemuas selera, melainkan medium doa dan refleksi. Setiap bahan, warna, serta cara penyajian menyimpan pesan tentang harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Tema dan Filosofi Logo Imlek Nasional 2026
Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari 2026 menandai dimulainya Tahun Kuda Api, yang terakhir kali terjadi pada 1966. Pemerintah Indonesia mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara” sebagai wujud kebersamaan dalam keberagaman.
Peluncuran tema dan logo Imlek Nasional 2026 dipimpin Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar selaku Ketua Umum Panitia Imlek Nasional.
“Kami ingin menjadikan Imlek Festival sebagai agenda tahunan nasional. Ini juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara inklusif, di mana Imlek dan Ramadan dapat dirayakan berdampingan secara damai,” ujar Irene di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Makna Unsur Logo Imlek Nasional 2026
Kuda Lumping: Melambangkan kekuatan, ketangguhan, dan kekayaan budaya Nusantara.
Elemen Api di Mata: Simbol semangat, energi, dan optimisme.
Merah-Putih di Rambut Kuda: Identitas kebangsaan sebagai mahkota utama.
Ring di Mulut: Kendali diri dalam bertutur dan kebijaksanaan berkomunikasi.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.