Jiwa yang kudus dan menyembah akan memanifestasikan perintah yang paling utama, yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap eksistensinya.
*Firman Tuhan* : "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu." (Markus 12:30)
Kesimpulan
Jiwa yang menyembah dalam kekudusan berarti:
Pikiran yang tertuju pada perkara yang di atas
(Filipi 4:8)
Perasaan yang dipenuhi oleh damai sejahtera dan kasih Kristus.
Kehendak yang tunduk sepenuhnya pada rencana Allah.
Kekudusan bukanlah hasil usaha manusia semata, melainkan pekerjaan Roh Kudus yang memurnikan jiwa kita saat kita terus-menerus datang menyembah-Nya.
Kiranya setiap orang percaya menyadari bahwa penyembahan yang sejati tidak pernah terpisah dari kehidupan yang kudus.
Kekudusan bukan sekadar simbol kerohanian, melainkan respons ketaatan total kepada Allah yang kudus. Saat roh, jiwa, dan tubuh dipersembahkan sepenuhnya kepada-Nya, di situlah penyembahan menjadi hidup, berkenan, dan berkuasa.
Biarlah Roh Kudus terus memimpin dan memurnikan jiwa kita, sehingga dalam setiap doa, pujian, dan langkah hidup, nama Tuhan saja yang dipermuliakan. Amin. (A27)
Cp konseling dan Doa permohonan 0811762709
Pdt Manser Sagala MTh
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.