MENU
Makna Kulit dalam Perspektif Iman Kristen: Mensyukuri Ciptaan Tuhan da...
WA FB
Religi

Makna Kulit dalam Perspektif Iman Kristen: Mensyukuri Ciptaan Tuhan dan Menjaga Kekudusan Tubuh

G Editor : Gunawan Purba | 15 Jan 2026 | 10:30 WIB
Makna Kulit dalam Perspektif Iman Kristen: Mensyukuri Ciptaan Tuhan dan Menjaga Kekudusan Tubuh
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH

Oleh : Pdt Mis EV Daniel Pardede, MH

 

PANCA INDRA DAN ROH

 

“Kulit”

“Janganlah kamu menggoresi kulitmu karena orang mati dan janganlah merajah tanda-tanda pada tubuhmu.” (Imamat 19:28)

Kulit merupakan salah satu indera penting yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Melalui kulit, manusia dapat merasakan panas dan dingin, sentuhan, serta berbagai rangsangan dari lingkungan sekitarnya. Lebih dari sekadar fungsi biologis, kulit juga mencerminkan keunikan dan keindahan ciptaan Tuhan atas setiap pribadi manusia.

Dalam kehidupan modern, tidak sedikit manusia yang merasa tidak puas dengan kondisi fisik yang telah dianugerahkan Tuhan, khususnya warna kulit. Berbagai upaya dilakukan untuk mengubah warna kulit, dari gelap menjadi terang atau sebaliknya. Hal serupa juga terjadi pada rambut, yang secara alami hitam, namun diubah menjadi pirang, merah, atau warna mencolok lainnya.

Selain itu, sebagian orang memilih untuk menorehkan tato pada kulit dengan beragam bentuk dan makna, mulai dari gambar binatang, bunga, tulisan, wajah manusia, hingga simbol-simbol religius. Perubahan pada tubuh ini bersifat permanen dan sering kali dilakukan tanpa pertimbangan spiritual yang mendalam.

Alkitab secara tegas mengingatkan umat Tuhan agar tidak melakukan penggoresan atau perusakan tubuh, baik sebagai bentuk ritual, ekspresi duka mendalam, kekecewaan hidup, maupun pelarian dari luka batin. Firman Tuhan menegaskan bahwa tubuh manusia adalah ciptaan yang baik dan berharga di mata-Nya, bahkan menjadi bait Roh Kudus.

Beragam latar belakang dapat mendorong seseorang melakukan perubahan ekstrem terhadap tubuhnya, seperti tekanan emosional, kegagalan hidup, penyakit berkepanjangan, kehilangan orang terkasih, atau patah hati. Namun, iman Kristen mengajarkan bahwa pemulihan sejati bukan berasal dari perubahan fisik, melainkan dari pembaruan hati dan pikiran di dalam Tuhan.

Renungan sarapan pagi ini mengajak setiap orang percaya untuk menyadari kembali nilai tubuh yang telah Tuhan ciptakan dengan sempurna menurut rencana-Nya. Mengubah atau merusak tubuh sesuka hati tanpa kesadaran iman dapat melukai hati Sang Pencipta, yang menciptakan manusia dengan penuh kasih dan tujuan ilahi.

Marilah kita belajar untuk bersyukur atas tubuh yang Tuhan anugerahkan, termasuk warna kulit dan rupa fisik kita. Terimalah diri kita apa adanya, rawatlah tubuh sebagai milik Tuhan, dan hiduplah dalam kekudusan yang memuliakan nama-Nya. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesaksian yang nyata tentang kasih dan kebesaran Tuhan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.