Wahyu 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan."
Wahyu 22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
Kesimpulan: Mata Air Kehidupan adalah pribadi Tuhan sendiri yang dialami melalui: Iman kepada Yesus Kristus yang menebus dosa.
Penyertaan Roh Kudus yang memberi kekuatan dan sukacita setiap hari. Pengharapan Kekal akan kehidupan bersama Allah di surga.
Secara praktis, ini berarti bahwa manusia tidak akan pernah menemukan kepuasan sejati melalui harta, jabatan, atau hobi belaka, melainkan hanya melalui hubungan yang intim dengan Sang Pencipta.
Pada akhirnya, dunia akan selalu menawarkan “air” yang tampak menyegarkan, namun cepat mengering dan meninggalkan dahaga yang sama. Hanya Tuhan yang memberi air yang tidak pernah habis air yang menghidupkan jiwa, memulihkan hati, dan menuntun kepada kehidupan kekal.
Sebagaimana tertulis: "Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan." (Wahyu 21:6)
Karena itu, datanglah kepada Tuhan bukan hanya saat haus, tetapi jadikan Dia sebagai sumber hidup setiap hari.
Sebab siapa yang tinggal di dalam-Nya, tidak hanya dipuaskan, tetapi juga akan menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Tuhan adalah Mata Air itu datanglah dan minumlah, maka jiwamu akan hidup untuk selama-lamanya. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.