Bunyi seperti tiupan angin keras
Lidah-lidah seperti nyala api yang hinggap di atas mereka
Berkata-kata dalam bahasa lain untuk memberitakan perbuatan besar Allah
Firman Tuhan: “Maka hinggaplah lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” (Kisah Para Rasul 2:3–4)
Kesimpulan
Penantian para murid mengajarkan bahwa janji Tuhan membutuhkan ketaatan dan kesatuan hati.
Tanpa Roh Kudus, para murid adalah pribadi yang penuh ketakutan dan bersembunyi. Namun setelah dipenuhi Roh Kudus, mereka berubah menjadi pemberita Injil yang berani dan berdampak bagi dunia.
Penantian bukanlah waktu yang sia-sia, melainkan proses ilahi untuk mempersiapkan hati menerima janji Tuhan. Seperti para murid yang setia menanti dalam doa dan kesatuan, demikian pula setiap orang percaya dipanggil untuk tetap taat dalam setiap musim kehidupan.
Ketika waktu Tuhan digenapi, kuasa-Nya dinyatakan dengan sempurna: mengubah kelemahan menjadi kekuatan, ketakutan menjadi keberanian, dan keraguan menjadi iman yang teguh.
Tetaplah berharap, sebab setiap janji Tuhan tidak pernah gagal digenapi. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.