“Ya Bapa, ampunilah mereka…” menunjukkan kasih yang tidak menyimpan dendam.
“Sudah selesai” menyatakan bahwa utang dosa manusia telah lunas dibayar sepenuhnya.
“Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku” merupakan bentuk penyerahan diri total kepada kehendak Bapa.
Kesimpulan
Penyaliban adalah titik pertemuan antara Keadilan Allah yang menuntut hukuman atas dosa dan Kasih Allah yang ingin mengampuni manusia. Tanpa salib, manusia tetap terbelenggu oleh dosa dan maut. Namun melalui salib, manusia menerima hidup yang baru.
Salib bukan sekadar lambang penderitaan, melainkan tanda kemenangan kasih Allah yang sempurna. Di dalam penyaliban Yesus Kristus, terlihat bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni, dan tidak ada kehidupan yang terlalu hancur untuk dipulihkan.
Mari datang kepada-Nya dengan iman, menyerahkan segala beban, serta hidup dalam ketaatan sebagai orang yang telah ditebus. Sebab melalui salib, manusia tidak hanya diselamatkan, tetapi juga dipanggil untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan pengharapan yang kekal.
“Sebab di dalam salib, ada kasih yang memulihkan, ada pengampunan yang membebaskan, dan ada hidup baru yang memerdekakan.” (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.