MENU
Makna Perintah “Jangan Membunuh” dalam Terang Firman Tuhan
WA FB
Religi

Makna Perintah “Jangan Membunuh” dalam Terang Firman Tuhan

F Editor : Ferry SP Sinamo | 25 Feb 2026 | 01:12 WIB
Makna Perintah “Jangan Membunuh” dalam Terang Firman Tuhan
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH

Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH

Sarapan Pagi Kristen kembali mengingatkan umat percaya akan pentingnya memahami hukum Tuhan secara utuh dan mendalam. Salah satu perintah yang sangat tegas dalam Hukum Taurat adalah larangan untuk membunuh.

Dalam Kitab Keluaran 20:13 tertulis jelas: “Jangan membunuh.” Perintah ini merupakan hukum keenam dari Sepuluh Perintah Allah yang diberikan kepada umat Israel melalui Musa.

Namun, makna “membunuh” dalam terang Alkitab tidak terbatas pada tindakan fisik yang menghilangkan nyawa seseorang. Dalam Kitab Imamat 19:17-18, Tuhan juga melarang umat-Nya membenci sesama dan menaruh dendam. Bahkan dalam 1 Yohanes 3:15 ditegaskan bahwa setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh.

Dengan demikian, membunuh dapat dimaknai sebagai tindakan yang merusak kehidupan orang lain, baik melalui kebencian, fitnah, kebohongan, maupun niat jahat yang tersembunyi. Firman Tuhan menempatkan kebencian sejajar dengan pembunuhan karena keduanya sama-sama menghancurkan kehidupan.

Hukum Terutama: Kasih Sebagai Dasar Hidup Orang Percaya

Yesus Kristus merangkum seluruh hukum Taurat dalam satu prinsip utama, sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 22:39: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Kasih menjadi fondasi yang mencegah manusia jatuh dalam kebencian, dendam, dan kejahatan. Mengasihi sesama bukan sekadar perasaan, tetapi tindakan nyata untuk menjaga perkataan, sikap, dan perbuatan agar tidak melukai orang lain.

Sebagai ciptaan Tuhan, manusia adalah milik Allah sepenuhnya. Dialah Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya. Oleh sebab itu, tidak seorang pun berhak merampas kehidupan atau merusak martabat sesamanya.

Meneladani Kristus dalam Sengsara dan Kemuliaan

Orang percaya dipanggil untuk meneladani Yesus Kristus dalam penderitaan, ketaatan, dan kasih-Nya. Kristus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan mengalahkan kebencian dengan kasih dan pengorbanan.

Ketika umat Tuhan hidup dalam takut akan Dia, menjauhi kejahatan, serta melakukan kebaikan, maka kehidupan tersebut memuliakan nama Tuhan. Keserupaan dengan Kristus akan membawa orang percaya pada kemuliaan dan kehidupan yang berkenan kepada-Nya.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa kehidupan adalah milik Allah sepenuhnya. Janganlah kita membunuh baik dengan tangan, perkataan, maupun hati. Sebaliknya, hiduplah dalam kasih, sebab kasih menutupi banyak dosa dan menghadirkan damai sejahtera.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.