Oleh: Pdt Dr Gilbert Lumoindong, M.Th.
Ajaran Alkitab menegaskan bahwa kehidupan rohani tidak terlepas dari proses perjuangan. Dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi, khususnya Filipi 4:2–3, ditegaskan pentingnya kesatuan hati, keteguhan iman, dan kesetiaan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ayat tersebut menggambarkan bagaimana Paulus menasihati Euodia dan Sintikhe agar hidup sehati sepikir di dalam Tuhan. Pesan ini tidak hanya relevan bagi jemaat pada masa itu, tetapi juga bagi umat percaya di berbagai daerah di Indonesia saat ini, yang menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan moral di tengah dinamika kehidupan modern.
Secara teologis, anugerah keselamatan bukanlah lawan dari perjuangan, melainkan berjalan beriringan. Umat percaya tidak berjuang untuk mendapatkan anugerah, melainkan karena anugerah itu telah diberikan oleh Tuhan. Oleh karena itu, setiap tantangan hidup dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan iman dan kedewasaan rohani.
Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat beberapa alasan mengapa orang yang telah diselamatkan tetap harus berjuang.
Pertama , adanya berbagai godaan dan pengaruh negatif yang berusaha menjauhkan manusia dari nilai-nilai kebenaran.
Kedua , manusia masih memiliki keinginan daging yang kerap bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Ketiga , proses perjuangan itu sendiri dipakai Tuhan sebagai sarana untuk membentuk karakter dan kedewasaan rohani umat-Nya.
Di tengah perubahan zaman, pesan tentang perjuangan iman ini tetap relevan bagi masyarakat Indonesia secara luas. Nilai ketekunan, kesatuan, dan kesetiaan dalam menghadapi tantangan tidak hanya berlaku dalam kehidupan gereja, tetapi juga dalam keluarga, pekerjaan, dan kehidupan bermasyarakat.
perjuangan iman adalah perjalanan yang menyertai setiap langkah kehidupan manusia.
Selama masih hidup di dunia, perjuangan itu akan terus ada. Namun, harapan akan kehidupan kekal bersama Kristus menjadi penguat bagi umat percaya untuk tetap teguh, bersatu, dan setia, hingga pada akhirnya mencapai tujuan akhir dalam damai sejahtera Tuhan. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.