MENU
Makna Takut Akan Tuhan Kunci Berkat dan Warisan Iman bagi Generasi
WA FB
Religi

Makna Takut Akan Tuhan Kunci Berkat dan Warisan Iman bagi Generasi

F Editor : Ferry SP Sinamo | 11 Mar 2026 | 01:40 WIB
Makna Takut Akan Tuhan Kunci Berkat dan Warisan Iman bagi Generasi
Pastor Dion Panomban

Oleh: PS Dion Panomban

Saat Teduh Abba Home Family – Rabu, 11 Maret 2026.Alkitab mengajarkan bahwa orang percaya tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki tanggung jawab rohani untuk mewariskan iman kepada generasi berikutnya. Salah satu hal terpenting yang harus diajarkan kepada anak-anak adalah makna takut akan Tuhan.

Takut akan Tuhan bukan berarti takut dalam arti teror, melainkan menghormati, menaati, dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Alkitab menegaskan bahwa ketika umat Tuhan hidup dalam ketaatan, maka mereka akan mengalami kehidupan yang diberkati dan dipelihara oleh Tuhan.

Namun firman Tuhan juga mengingatkan bahwa ketika berkat datang dan kehidupan menjadi baik, manusia sering kali lupa kepada Tuhan. Oleh karena itu, umat Tuhan dipanggil untuk tetap setia, tekun beribadah, dan tidak berpaling kepada allah lain, sebab Tuhan adalah Allah yang cemburu terhadap umat-Nya.

Pembacaan Alkitab

Ulangan 6:18–25 (TB)

“Haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu,

(19) dengan mengusir semua musuhmu dari hadapanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.

(20) Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita?

(21) maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat.

(22) TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita;

(23) tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita.

(24) TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.

(25) Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita.”

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.