MENU
Manusia Diciptakan Segambar dengan Allah: Jangan Biarkan Kemuliaan Itu...
WA FB
Religi

Manusia Diciptakan Segambar dengan Allah: Jangan Biarkan Kemuliaan Itu Hilang

F Editor : Ferry SP Sinamo | 06 Mar 2026 | 19:14 WIB
Manusia Diciptakan Segambar dengan Allah: Jangan Biarkan Kemuliaan Itu Hilang
Foto ilustrasi. (istimewa)

Oleh: Kolom Rohani

Setiap manusia memiliki nilai yang sangat tinggi di hadapan Tuhan. Kehidupan manusia bukan sekadar keberadaan biologis, melainkan sebuah karya agung Sang Pencipta.

Alkitab menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Artinya, manusia dipanggil untuk mencerminkan karakter, kasih, dan kemuliaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Kejadian 1:26–27, firman Tuhan menyatakan:

“Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara, atas ternak dan seluruh bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

Ayat ini menunjukkan bahwa sejak awal penciptaan, manusia diberi martabat yang sangat mulia. Manusia bukan hanya ciptaan biasa, tetapi makhluk yang dipercaya untuk memelihara dan mengelola bumi. Dalam diri manusia terdapat kemampuan untuk mencerminkan kasih, kebenaran, keadilan, dan kekudusan Allah.

Namun, dalam perjalanan hidup, manusia sering kali tergoda oleh berbagai hal yang menjauhkan dirinya dari panggilan ilahi tersebut. Godaan dosa, keegoisan, kebencian, dan berbagai tipu daya dunia dapat membuat manusia kehilangan arah. Tanpa disadari, seseorang dapat hidup jauh dari nilai-nilai yang mencerminkan karakter Allah.

Ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh dosa dan pengaruh jahat, maka kemuliaan Allah yang seharusnya terpancar dari hidupnya menjadi redup. Pada akhirnya, seseorang dapat menyadari bahwa kehidupannya tidak lagi memancarkan kasih, kebenaran, dan damai sejahtera yang berasal dari Tuhan.

Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk terus menjaga kehidupannya agar tetap selaras dengan kehendak Tuhan. Hal ini dapat dilakukan dengan hidup dalam firman, menjaga hati, serta membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Dengan demikian, karakter ilahi yang Tuhan tanamkan sejak awal penciptaan dapat terus bertumbuh dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Hidup yang memancarkan kemuliaan Allah bukan hanya membawa berkat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi terang bagi orang lain. Dunia yang penuh dengan kegelapan sangat membutuhkan orang-orang yang hidupnya mencerminkan kasih, pengampunan, dan kebenaran dari Tuhan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.