MENU
Marapi Berstatus Waspada, Warga Bantaran Sungai Diimbau Siaga Banjir L...
WA FB
News

Marapi Berstatus Waspada, Warga Bantaran Sungai Diimbau Siaga Banjir Lahar

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Jan 2026 | 01:30 WIB
Marapi Berstatus Waspada, Warga Bantaran Sungai Diimbau Siaga Banjir Lahar
Gunung Marapi. (Ist)

Sumbar, Sinata.id — Aktivitas vulkanik Gunung Marapi kembali memanas pada Selasa malam. Gunung api aktif di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu tercatat mengalami letusan singkat berdurasi sekitar setengah menit, memicu peringatan kewaspadaan bagi warga, khususnya ancaman banjir lahar dingin di jalur-jalur sungai.

Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi melaporkan, erupsi terjadi pukul 19.59 WIB dan terekam jelas oleh peralatan seismik. Namun, kondisi cuaca yang berkabut membuat kolom abu tidak dapat dipantau secara visual.

“Erupsi tercatat dengan amplitudo maksimum sekitar 30,3 milimeter dan berlangsung 35 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati karena puncak tertutup kabut,” ujar petugas PGA Marapi, Ahmad Rifandi, Selasa (13/1/2026).

Meski singkat, letusan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat di sekitar lereng untuk tetap siaga. Otoritas kegunungapian menekankan bahwa Marapi saat ini berstatus Level II (Waspada).

Dengan status tersebut, warga, pendaki, maupun wisatawan diminta tidak memasuki zona terlarang dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas kawah.

Ahmad Rifandi juga menegaskan potensi bahaya sekunder yang perlu diantisipasi, terutama di musim hujan.

“Masyarakat yang tinggal di lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan lahar atau banjir lahar,” katanya.

 

Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan mengimbau warga mengikuti arahan resmi. Aktivitas di kawasan rawan diminta dibatasi, sementara jalur-jalur sungai yang berpotensi dilalui material vulkanik perlu diawasi lebih ketat demi keselamatan bersama. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.