MENU
Marinir AS Cegat Kapal Tanker Iran di Teluk Oman, Ketegangan Timur Ten...
WA FB
Dunia

Marinir AS Cegat Kapal Tanker Iran di Teluk Oman, Ketegangan Timur Tengah Memanas

J Editor : Jansen Siahaan | 21 May 2026 | 14:49 WIB
Marinir AS Cegat Kapal Tanker Iran di Teluk Oman, Ketegangan Timur Tengah Memanas
Kapal Iran tertunda berangkat di Selat Hormuz. (ap)

Teheran, Sinata.id – United States Central Command (CENTCOM) mengungkap operasi pencegatan maritim terhadap sebuah kapal tanker minyak berbendera Iran di wilayah Teluk Oman terkait dugaan pelanggaran sanksi laut yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Dalam rekaman yang dirilis CENTCOM pada Kamis (21/5/2026), terlihat sebuah helikopter militer AS melayang di atas kapal tanker saat pasukan Marinir diterjunkan ke dek kapal untuk melakukan pemeriksaan.

Meski demikian, lokasi pasti rekaman video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

CENTCOM menyebut operasi itu dilakukan oleh Marinir Amerika Serikat dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 (31st Marine Expeditionary Unit/MEU) terhadap kapal tanker M/T Celestial Sea yang diduga mencoba melanggar blokade laut AS.

Menurut pernyataan resmi CENTCOM, kapal tanker tersebut sedang berlayar menuju pelabuhan Iran ketika dilakukan pencegatan.

“Pasukan Amerika melepaskan kapal tersebut setelah melakukan penggeledahan dan mengarahkan awak kapal untuk mengubah haluan,” tulis CENTCOM dalam keterangannya.

Pihak militer AS menyebut sejauh ini telah mengalihkan sedikitnya 91 kapal guna memastikan kepatuhan terhadap kebijakan blokade dan sanksi maritim yang diberlakukan Washington terhadap Iran.

Dalam kebijakan tersebut, Angkatan Laut AS bersama negara sekutunya melakukan pemantauan terhadap kapal-kapal yang dicurigai mengangkut minyak Iran atau menyamarkan asal dan tujuan pelayaran mereka.

Ketegangan antara AS dan Iran hingga kini masih terus meningkat. Kedua negara saling melontarkan ancaman terkait konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan Washington dapat kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila tidak tercapai kesepakatan damai dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Israel juga meningkatkan status kewaspadaan militernya menyusul meningkatnya tensi geopolitik di kawasan.

Kepala Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir, mengatakan militer Israel berada dalam tingkat kesiagaan tertinggi untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

“Saat ini militer berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap menghadapi setiap perkembangan,” ujar Zamir.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah dapat meluas ke luar kawasan apabila AS dan Israel kembali melakukan serangan terhadap Iran.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.