Ia menyebut kesepakatan cepat perlu dicapai agar pasar terhindar dari aksi jual besar-besaran.
Berita Lain: Muhammad Fadli, Lurah Perintis Didorong ke Parit Saat Bongkar Polisi Tidur Ilegal
Bursa Asia Kompak Merah
Gejolak di pasar keuangan tak hanya menekan mata uang. Bursa saham Asia ikut berdarah-darah siang ini.
-
Nikkei 225 dan TOPIX di Jepang longsor lebih dari 2%.
-
KOSPI dan Kosdaq di Korea Selatan melemah 1%.
-
Bursa saham China dan Hong Kong ikut berguguran – semua indeks utama ditutup merah.
-
Di Indonesia, IHSG ikut terpeleset, mengikuti aliran modal keluar dari aset berisiko.
Pasar Semakin Cemas
Seperti dilaporkan Bloomberg News, langkah balasan terbaru China membuat pasar kembali gelisah karena mengindikasikan tensi perdagangan belum akan mereda dalam waktu dekat.
“Ini bukan sekadar perang tarif. Ini adalah eskalasi persaingan rantai pasok strategis antara dua kekuatan ekonomi dunia,” tegas Hebe Chen, analis pasar di Vantage Markets Melbourne.
“Konflik ini kini merembet ke sektor industri berat dan maritim, bukan hanya semikonduktor. Tanda-tandanya jelas – tidak akan ada gencatan senjata dalam waktu dekat,” tambahnya. [zainal/a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.