Autopsi Ungkap Tanda-Tanda Kekerasan
Kapolsek Plered, AKP Ali Murtadho, mengonfirmasi bahwa kematian Jesika diduga kuat tidak wajar.
“Hasil autopsi sementara menunjukkan adanya luka memar di punggung korban. Jadi indikasinya bukan kematian alami,” ujarnya.
Polisi pun bergerak cepat. Mereka memeriksa teman-teman sekolah korban, keluarga, hingga saksi yang terakhir melihat Jesika.
“Kami sudah mengantongi identitas orang terakhir yang bersama korban,” tambah Ali.
Pria 23 Tahun Diringkus
Selang dua hari setelah penemuan jasad, polisi akhirnya menangkap Ardiayana Akmal (23), terduga pelaku yang diduga kuat menjadi dalang di balik kematian Jesika. Ia ditangkap pada Senin malam (20/10/2025) di wilayah Gandasoli, tak jauh dari lokasi penemuan jasad.
“Kami amankan satu orang terduga pelaku di lokasi tidak jauh dari TKP,” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saepul Uyun, Selasa (21/10/2025).
Ardiayana digiring dengan tangan diborgol plastik, wajahnya tertunduk, dan langsung dibawa ke ruang pemeriksaan.
Polisi masih mendalami motif pembunuhan. Dugaan awal mengarah pada adanya unsur kekerasan seksual sebelum korban dibunuh.
“Kami sedang dalami apakah ada kekerasan seksual sebelum korban meninggal,” ungkap AKP Uyun. [zainal/a46|detikcom]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.