MENU
Banner SINATA.ID
Megawati Soroti Demokrasi, Minta Warga Tak Takut Suarakan Keadilan
WA FB

Megawati Soroti Demokrasi, Minta Warga Tak Takut Suarakan Keadilan

J Editor : Jansen Siahaan 15 Jun 2026 | 21:24 WIB
Megawati Soroti Demokrasi, Minta Warga Tak Takut Suarakan Keadilan
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (detik)

Blitar, Sinata.id – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk tidak takut menyampaikan pendapat serta mempertanyakan keadilan hukum di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat menghadiri peresmian renovasi Istana Gebang dan Patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026).

Dalam sambutannya, Megawati menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama di hadapan hukum serta berhak menyuarakan pendapat dalam sistem demokrasi.

“Ini adalah demokrasi, dan ini bukan omong kosong. Saya berani bertanggung jawab. Tapi jangan semena-mena,” ujar Megawati.

Ia juga menyoroti pentingnya keberanian masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam menyuarakan kebenaran di ruang publik tanpa rasa takut selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Soroti Keberanian Mahasiswa dan Demokrasi

Megawati turut menyinggung aksi demonstrasi mahasiswa yang menurutnya perlu mendapat ruang dalam kehidupan demokrasi. Ia mempertanyakan sikap berlebihan dalam pengamanan aksi mahasiswa yang melibatkan aparat dalam jumlah besar.

Menurutnya, mahasiswa merupakan bagian dari warga negara yang memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan aspirasi.

“Mahasiswa itu masuk atau tidak sebagai warga negara Indonesia? Itu menunjukkan apa, hati kalian tidak teguh. Jadi mestinya jangan takut,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyinggung kembali sejarah politik Indonesia, termasuk keputusan terkait Presiden ke-1 RI Ir. Soekarno yang menurutnya pernah mengalami ketidakadilan hukum selama puluhan tahun.

Ia menyebut bahwa pencabutan TAP MPR terkait Soekarno baru terjadi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah 56 tahun.

Tegaskan Bukan Musuh Politik

Megawati juga menepis anggapan adanya hubungan buruk dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa hubungan pribadi keduanya tetap baik meski memiliki pandangan politik yang berbeda.

“Pak Prabowo sama saya bersahabat. Tapi harus dipisahkan, bersahabat ya bersahabat, tapi berpolitik kita bisa berbeda. Saya bukan musuh dia,” kata Megawati.

Ia pun mengingatkan publik agar tidak mudah terpengaruh narasi yang mengadu domba hubungan personal antar tokoh politik.

Di akhir pernyataannya, Megawati kembali menekankan pentingnya menjaga demokrasi yang sehat, di mana kritik dan perbedaan pendapat menjadi bagian dari proses berbangsa dan bernegara. (A02)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.