Tokyo, Sinata.id – Jepang melalui Perusahaan Kereta Api Jepang Tengah (JR Central) tengah mempercepat pengembangan Seri L0, kereta maglev yang diprediksi akan menjadi transportasi darat tercepat di dunia.
Dengan kemampuan melaju hingga 603,5 kilometer per jam, kereta ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh antar-kota besar di Jepang secara drastis saat resmi beroperasi nanti.
Sebagai perbandingan, kecepatan Seri L0 melampaui Shanghai Maglev di China—satu-satunya kereta maglev komersial saat ini—yang memiliki kecepatan maksimal 460,2 km/jam.
Fokus utama proyek ini adalah pembangunan jalur Chuo-Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dan Nagoya.
Jika biasanya perjalanan tersebut memakan waktu antara 1 jam 26 menit hingga lebih dari dua jam, kehadiran Seri L0 akan memangkas durasi perjalanan menjadi hanya 40 menit.
Rencana jangka panjang proyek ini juga mencakup perluasan layanan hingga ke Osaka.
"Dengan demikian, kereta Seri L0 akan menggabungkan ketiga kota tersebut menjadi satu wilayah layanan yang lebih besar," sebagaimana dilaporkan Euronews, Jumat (23/1/2026).
Jika seluruh jalur telah terkoneksi, perjalanan Tokyo-Osaka yang semula membutuhkan waktu 2 jam 20 menit hingga 4 jam, nantinya dapat ditempuh hanya dalam waktu satu jam.
Teknologi Levitasi Magnetik
Kecepatan luar biasa Seri L0 dimungkinkan oleh penerapan teknologi levitasi magnetik (maglev). Mekanisme ini menggunakan kekuatan listrik dan magnet untuk mengangkat kereta di atas rel, sehingga gerbong tidak menyentuh lintasan.
Tanpa adanya gesekan roda, motor listrik dapat mendorong kereta hingga "meluncur di udara dengan kecepatan yang sebelumnya tak terbayangkan."
Biaya Dikucurkan
Meski menawarkan lompatan teknologi yang signifikan, proyek ambisius ini menghadapi tantangan besar dari sisi finansial dan jadwal. Nilai investasi yang dikucurkan dilaporkan mencapai Rp 1.190 triliun.
Selain beban biaya, operasional komersial Seri L0 juga mengalami keterlambatan. Proyek yang semula ditargetkan rampung pada 2027 ini telah tertunda selama delapan tahun.
Tanggal peresmian yang dinilai lebih realistis kini diperkirakan jatuh pada rentang tahun 2034 hingga 2035. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.