Ironisnya, hanya tiga hari setelah kejadian itu, pada 18 Agustus 2025, sang suami dilantik menjadi PPPK di Kabupaten Aceh Singkil.
Ditinggalkan Saat Suami Naik Jabatan
Fitri menahan tangis saat menceritakan bahwa dialah yang membelikan atribut Korpri untuk sang suami dari hasil berjualan cabai dan gorengan di pasar.
“Dia pesan baju di Shopee, tapi saya yang bayar pakai uang jualan. Saya bantu dari nol, dari dia belum punya kerjaan. Tapi begitu dilantik, saya malah ditinggal,” ujarnya.
Kini, Fitri hidup sederhana bersama dua anaknya yang masih kecil. Ia membuka lapak kecil menjual gorengan seribu rupiah di depan rumah demi menafkahi keluarganya.
“Kalau memang mau cerai, kenapa tidak dari dulu? Kenapa setelah dapat jabatan baru?” katanya.
Tak Dapat Restu Mertua dan Dituduh ‘Membudakkan’ Suami
Fitri juga mengungkap bahwa sejak awal pernikahan pada tahun 2020, hubungan mereka kerap diganggu campur tangan keluarga mertua.
“Saya pernah lihat suami bantu nyuci piring, itu malah dijadikan bahan omongan. Dibilang saya memperbudak anaknya,” kisahnya.
Namun, meski dicaci, ia tetap memilih bertahan karena percaya pernikahan dibangun atas dasar kesetiaan dan perjuangan bersama. Hingga akhirnya, nasib berkata lain.
GERMAS PPA Siap Dampingi Korban
Kisah memilukan ini akhirnya menarik perhatian Gerakan Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA).
Wakil Ketua Umum GERMAS PPA, Ricka Parlina, menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada Fitri.
“Kasus ini bukan sekadar persoalan rumah tangga, tapi soal moral dan tanggung jawab sosial. Kami akan pastikan ibu Fitri mendapat keadilan,” tegas Ricka.
“Tidak boleh ada lagi perempuan yang ditinggalkan setelah berjuang dari nol hanya karena pasangannya merasa sudah mapan,” tambah Ricka.
Sosok Melda Safitri
Melda Safitri, kini berusia 33 tahun, merupakan warga Kelurahan Siti Ambia Dalam, Kabupaten Aceh Singkil. Ia dikenal sebagai perempuan pekerja keras yang aktif berjualan sayuran dan gorengan untuk menambah penghasilan keluarga.
Kini, setelah diceraikan, ia kembali ke rumah orang tuanya di Aceh Selatan bersama dua buah hatinya. Akun Facebook pribadinya, @Safitri Alshop Aceh, kini diikuti lebih dari 138 ribu pengguna, sebagian besar memberikan dukungan moral untuknya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.