MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Memahami Waktu Tuhan dan Hidup Bijaksana Menurut Efesus 5:15-20
WA FB
Religi

Memahami Waktu Tuhan dan Hidup Bijaksana Menurut Efesus 5:15-20

F Editor : Ferry SP Sinamo | 08 Apr 2026 | 06:30 WIB
Memahami Waktu Tuhan dan Hidup Bijaksana Menurut Efesus 5:15-20
PS Dion Panomban. (istimewa)

Oleh: PS Dion Panomban Renungan Saat Teduh – Abaa Home Family Rabu, 8 April 2026

Dalam perjalanan iman, setiap orang percaya diajak untuk terus belajar mengenali kehendak Allah, memahami cara-Nya bekerja, serta peka terhadap waktu Tuhan. Ketiga hal ini menjadi dasar penting agar setiap langkah hidup selaras dengan rencana Ilahi.

Kitab Pengkhotbah mengajarkan bahwa segala sesuatu memiliki waktunya. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Ada waktu untuk bekerja, beristirahat, bersukacita, bahkan menghadapi penderitaan dan pemulihan. Semua berlangsung dalam kendali Tuhan, dan pada waktu-Nya yang tepat, segala sesuatu akan menjadi indah.

Hal ini juga tampak dalam pelayanan Tuhan Yesus. Saat menghadiri pesta di Kana, Ia menyatakan bahwa waktu-Nya belum tiba, meskipun kebutuhan sudah terlihat. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan, tetapi juga waktu yang tepat untuk bertindak.

Melalui firman dalam Efesus 5:15–20, umat percaya diingatkan untuk hidup dengan penuh hikmat di tengah zaman yang penuh tantangan.

Rasul Paulus menegaskan pentingnya menjalani hidup dengan bijaksana, bukan seperti orang bebal yang tidak memahami arah hidupnya. Orang arif adalah mereka yang hidup dengan kesadaran akan kehendak Tuhan, sedangkan orang bebal cenderung hidup tanpa pertimbangan rohani dan mudah terpengaruh oleh arus dunia.

Hari-hari ini disebut jahat karena dunia dipenuhi dengan godaan dan nilai-nilai yang menjauhkan manusia dari Tuhan. Oleh sebab itu, setiap orang percaya dituntut untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, hidup dengan tanggung jawab iman, dan tidak sembarangan dalam bertindak.

Memahami kehendak Tuhan menjadi kunci agar seseorang tidak jatuh dalam kebodohan rohani. Dengan mengenal kehendak-Nya, setiap keputusan dan tindakan akan membawa kepada kehidupan yang benar dan berkenan di hadapan Tuhan.

Dalam praktiknya, kehidupan yang berkenan kepada Tuhan ditunjukkan melalui hidup yang dipenuhi Roh Kudus, menjauhi hal-hal yang merusak, serta membangun kehidupan rohani melalui pujian, penyembahan, dan ucapan syukur. Selain itu, sikap rendah hati dan saling menghormati juga menjadi bagian penting dalam kehidupan orang percaya.

Jawaban Perenungan:

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.