MENU
Mendagri Pimpin Komando Pemulihan Pascabencana Sumatera
WA FB
Nasional

Mendagri Pimpin Komando Pemulihan Pascabencana Sumatera

G Editor : Gunawan Purba | 11 Jan 2026 | 21:42 WIB
Mendagri Pimpin Komando Pemulihan Pascabencana Sumatera
Mendagri Tito Karnavian

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Aceh memperpanjang status tanggap darurat hingga 22 Januari 2026.

Langkah perpanjangan ini dimaksudkan agar upaya pembersihan lingkungan, penyaluran bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta pemulihan akses masyarakat dapat dilakukan secara optimal dan menyeluruh, termasuk menjangkau gampong-gampong yang selama ini sulit diakses.

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Mendagri Tito Karnavian, wilayah terdampak diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yakni daerah yang telah pulih, wilayah setengah pulih, serta kawasan yang belum menunjukkan pemulihan signifikan.

Temuan tersebut dinilai memberikan gambaran yang cukup mengejutkan setelah satu setengah bulan pascabencana, namun sekaligus menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan lanjutan.

“Setelah mendengarkan paparan bupati dan wali kota, ada wilayah yang sebelumnya tidak kita perkirakan membutuhkan perhatian, ternyata kondisinya masih berat. Sebaliknya, ada juga daerah yang kita anggap perlu atensi khusus, namun ternyata sudah pulih,” sebut Tito saat rapat koordinasi di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Sejak masa tanggap darurat, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan telah melakukan penanganan intensif.

Upaya tersebut meliputi pembukaan kembali akses jalan, pembangunan jembatan darurat, penyediaan layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.

Memasuki fase pemulihan, sebagian besar wilayah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.

Hal itu ditandai dengan kembali berjalannya roda pemerintahan daerah, pulihnya konektivitas jalan utama, berfungsinya layanan kesehatan dan pendidikan, serta mulai menggeliatnya kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan laporan satgas, sebanyak 11 dari total 18 daerah terdampak di Aceh telah kembali ke kondisi normal, ditandai dengan beroperasinya layanan publik dan pemerintahan.

Sementara itu, Sumatra Barat tercatat sebagai provinsi dengan capaian pemulihan tertinggi di antara ketiganya, meski perhatian khusus tetap difokuskan pada 15 kabupaten yang masih mengalami dampak paling berat. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.