Oleh: Pdt. Manser Sagala, M.Th
Pandangan bahwa penghormatan tertinggi (latria atau penyembahan) hanya layak diberikan kepada Yesus Kristus merupakan inti dari iman Kristiani. Dalam teologi Kristen, keyakinan ini didasarkan pada pengakuan bahwa Yesus bukan sekadar nabi atau manusia biasa, melainkan Allah yang menjadi manusia.
Berikut penjelasan berdasarkan Firman Tuhan (Alkitab):
Yesus Setara dengan Allah Bapa
Penghormatan tertinggi diberikan kepada Yesus karena Ia memiliki hakikat yang sama dengan Allah Bapa. Menolak menghormati Anak berarti menolak menghormati Bapa.
Yohanes 5:23 "Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa..."
Filipi 2:6 "Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan."
Nama di Atas Segala Nama
Setelah kebangkitan-Nya, Allah meninggikan Yesus ke posisi tertinggi. Tidak ada otoritas lain yang menandingi-Nya.
Filipi 2:9–11 "Dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, di bumi, dan di bawah bumi."
Yesus adalah Pencipta Segala Sesuatu
Penghormatan tertinggi layak diberikan kepada-Nya karena Ia adalah sumber dari segala ciptaan, baik yang terlihat maupun tidak.
Kolose 1:16–17 "Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia."
Yesus Menerima Penyembahan
Dalam Alkitab, penyembahan (proskuneo) hanya ditujukan kepada Allah. Namun, Yesus menerima penyembahan tanpa menolaknya, yang menunjukkan bahwa Ia layak menerima penghormatan tersebut.
Ibrani 1:6 "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."
Matius 28:17 "Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya..."
Penghormatan di Takhta Surgawi
Kitab Wahyu menggambarkan seluruh ciptaan memberikan penghormatan kepada Allah Bapa dan Anak Domba (Yesus) secara bersama.
Wahyu 5:13 "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba adalah puji-pujian dan kemuliaan..."
Kesimpulan
Memberikan penghormatan tertinggi kepada Yesus Kristus bukan berarti mengesampingkan Allah Bapa, melainkan mengakui bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup (Yohanes 14:6).
Penghormatan kepada Yesus merupakan bentuk ketaatan kepada kehendak Allah, sebab di dalam Dia seluruh kepenuhan keilahian berdiam secara jasmaniah (Kolose 2:9).
Dengan demikian, penyembahan kepada Yesus bukan sekadar tradisi, tetapi kebenaran iman yang berakar kuat dalam Firman Tuhan. Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan membawa manusia kepada keselamatan, pengharapan, dan hidup yang kekal.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.