Oleh : Pdt Manser Sagala,M.Th.
Peran Roh Kudus dalam "menginsafkan dunia" adalah salah satu doktrin fundamental dalam iman Kristen yang merujuk pada karya ilahi untuk menyadarkan manusia akan kondisi spiritual mereka di hadapan Allah.
Dasar utama dari pengajaran ini terdapat dalam Yohanes 16:8-11. Berikut adalah penjelasan nya
1. Menginsafkan Dunia akan Dosa
"dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa... karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;" (Yohanes 16:8-9)
Roh Kudus bekerja bukan sekadar untuk membuat seseorang merasa bersalah secara moral, tetapi untuk menyadarkan manusia akan dosa akar, yaitu ketidakpercayaan kepada Yesus Kristus. Fungsi: Tanpa Roh Kudus, manusia sering kali membenarkan diri atau merasa "cukup baik". Roh Kudus menyingkapkan bahwa tanpa Kristus, manusia terpisah dari Allah. Hasil: Munculnya penyesalan yang membawa pada pertobatan (seperti yang terjadi pada hari Pentakosta di Kisah Para Rasul 2:37).
2. Menginsafkan Dunia akan Kebenaran
"...akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;" (Yohanes 16:10) Dunia memiliki standar "kebenaran" yang relatif. Namun, Roh Kudus menginsafkan dunia tentang kebenaran sejati yang hanya ada di dalam Yesus.
Fungsi: Karena Yesus telah naik ke Surga (kembali kepada Bapa), Ia tidak lagi secara fisik ada di bumi untuk
mengajar. Roh Kuduslah yang sekarang bersaksi bahwa Yesus adalah satu-satunya yang benar dan standar kebenaran Allah yang sempurna.
Hasil: Manusia sadar bahwa kebenaran lahiriah (amal ibadah) tidak cukup; kita membutuhkan kebenaran Kristus yang dianugerahkan.
3. Menginsafkan Dunia akan Penghakiman
"...dan akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum." (Yohanes 16:11)
Roh Kudus memberikan kesadaran bahwa sejarah manusia tidak berjalan tanpa arah, melainkan menuju pada takhta pengadilan Allah.
Fungsi: Roh Kudus menegaskan bahwa iblis (penguasa dunia) telah dikalahkan melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Jika penguasa dunia saja dihukum, maka semua yang menolak Kristus juga akan menghadapi penghakiman.
Hasil: Kesadaran ini menciptakan rasa takut yang kudus (holy fear) yang mendorong orang untuk mencari keselamatan sebelum terlambat.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.