Ciri-Ciri Hati yang Sungguh dalam Melayani
Rendah hati: menyadari bahwa semua kemampuan berasal dari Tuhan (Yohanes 15:5).
Sukacita: melayani bukan karena terpaksa, melainkan karena rasa syukur (Mazmur 100:2).
Integritas: perkataan dan perbuatan selaras, baik di dalam gereja maupun kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Tuhan Yesus lebih melihat “mengapa” kita melakukan sesuatu daripada sekadar “apa” yang kita lakukan. Kesungguhan hati berarti mempersembahkan seluruh hidup sebagai “persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah” (Roma 12:1).
Saudara yang terkasih, kesungguhan hati bukan tentang seberapa besar yang kita lakukan, melainkan seberapa dalam kita mengasihi Tuhan dalam setiap hal, baik kecil maupun besar. Tuhan tidak pernah lalai melihat setiap air mata, doa yang tersembunyi, dan pelayanan yang dilakukan dengan tulus.
Firman Tuhan menegaskan: “Orang yang setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar.” (Lukas 16:10)
Artinya, tidak ada satu pun yang sia-sia di hadapan Tuhan. Bahkan ketika manusia tidak melihat, Tuhan melihat. Ketika manusia tidak menghargai, Tuhan menyediakan upah yang kekal.
Tetaplah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Tetaplah melayani dengan sukacita, walau dalam keterbatasan.
Karena pada waktunya, Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya dalam hidup kita.
“Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya.” (Ibrani 6:10)
Tetap setia, tetap sungguh-sungguh, dan tetap berharap kepada Tuhankarena di dalam Dia, hidup kita tidak pernah sia-sia, tetapi penuh makna dan berbuah kekal. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.