MENU
Mengatasi Star Syndrome dengan Profesionalitas Kinerja dan Solusi Psik...
WA FB
Berita

Mengatasi Star Syndrome dengan Profesionalitas Kinerja dan Solusi Psikologi Islam

G Editor : Gunawan Purba | 17 Apr 2026 | 10:19 WIB
Mengatasi Star Syndrome dengan Profesionalitas Kinerja dan Solusi Psikologi Islam
Dian Fitriah

Psikologi Islam menawarkan solusi holistik, menggabungkan ilmu jiwa (nafs) dengan tauhid. Pertama, tawadhu' (kerendahhati) sebagai antivirus utama.

Nabi SAW adalah teladan: meski pemimpin umat, beliau tidur di atas tikar jerami dan berkata, "Aku hanyalah hamba Allah, aku hanya menyampaikan apa yang diperintahkan-Nya." (QS. Al-A'raf: 143, adaptasi).

Praktikkan dengan merefleksikan setiap prestasi sebagai nikmat Allah, bukan kehebatan diri.

Kedua, muhasabah (introspeksi diri) setiap hari. Luangkan 10 menit sebelum tidur untuk bertanya: "Apa kelebihanku hari ini? Apa kekuranganku? Bagaimana besok lebih baik?" Ini sesuai hadits: "Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat." (HR. Tirmidzi).

Psikologi modern menyebutnya self-reflection therapy, yang terbukti menurunkan ego 40% (studi Journal of Personality, 2023).

Ketiga, shalat dan dzikir untuk reset mental. Shalat lima waktu adalah mindfulness Islami, membersihkan hati dari riya' dan ujub (pamer prestasi). Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya dalam shalat itu terdapat peringatan." (QS. Thaha: 14). Tambahkan dzikir "Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar" 33 kali setelah shalat untuk menanamkan rasa syukur.

Keempat, bangun profesionalitas melalui ikhlas dan gotong royong. Bekerjalah seperti ibadah, tanpa pamrih jabatan. Rasulullah SAW ajarkan: "Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya." (HR. Bukhari-Muslim).

Di tempat kerja, terima kritik sebagai ladang berkembang, kolaborasi dengan tim sebagai silaturahmi. Contoh: Umar bin Khattab ra, khalifah agung, tetap bekerja sebagai penggembala unta meski berkuasa, menjaga profesionalitasnya.

Kelima, solusi komunal: amar ma'ruf nahi mungkar. Di masjid atau kantor, ingatkan saudara kita secara lembut jika terlihat gejala Star Syndrome. Bentuk kelompok kajian psikologi Islam untuk sharing pengalaman, seperti komunitas "Tadabbur Jiwa" yang sukses di Indonesia.

Star Syndrome adalah ujian prestasi yang harus diatasi dengan profesionalitas kinerja dan psikologi Islam. Ingat, bintang sejati adalah yang bersinar karena cahaya Allah, bukan ego sendiri.

Mari terapkan solusi ini: tawadhu', muhasabah, shalat, ikhlas, dan gotong royong. InsyaAllah, kinerja kita naik, hati tenang, dan ridha Allah tercapai.

Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang rendah hati, profesional, dan diberkahi. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.