MENU
Mengenal Istilah Penting dalam Affiliate Marketing agar Tidak Bingung...
WA FB
News

Mengenal Istilah Penting dalam Affiliate Marketing agar Tidak Bingung Saat Menerima Komisi

R Editor : Redaksi Sinata | 23 Aug 2025 | 17:10 WIB
Mengenal Istilah Penting dalam Affiliate Marketing agar Tidak Bingung Saat Menerima Komisi
Ilustrasi.

Sinata.id - Bagi pemula, dunia affiliate marketing kerap terlihat sederhana: cukup membagikan tautan produk, lalu menunggu seseorang melakukan pembelian. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Banyak istilah teknis yang wajib dipahami agar seorang affiliate marketer dapat membaca performa, memahami sistem komisi, sekaligus menyusun strategi promosi yang efektif.

Tanpa pemahaman yang memadai, istilah seperti CPA, CTR, EPC hingga RevShare bisa membuat kebingungan. Padahal, penguasaan istilah tersebut menjadi kunci utama untuk mengoptimalkan penghasilan.

Berikut penjelasan sejumlah istilah dasar dalam affiliate marketing yang perlu dipahami oleh para pemula.

Sistem Komisi dalam Affiliate Marketing

Setiap program afiliasi memiliki mekanisme perhitungan komisi yang berbeda. Seorang affiliate marketer tidak cukup hanya mengandalkan jumlah klik, tetapi harus memahami bagaimana komisi diperoleh.

1. CPC (Cost Per Click)

Pada skema ini, komisi diberikan setiap kali tautan afiliasi diklik, meskipun tidak terjadi pembelian. Nominal komisi per klik umumnya relatif kecil, namun jika mampu menghasilkan trafik tinggi secara konsisten, total penghasilan tetap menjanjikan.

Model CPC cocok untuk pemilik blog, kanal YouTube, akun media sosial, atau platform dengan basis pengunjung besar. Meski demikian, kualitas klik tetap menjadi pertimbangan. Klik tidak valid atau tidak relevan berpotensi tidak dihitung oleh sistem.

2. CPA (Cost Per Action)

Komisi akan diberikan apabila audiens melakukan tindakan tertentu yang ditetapkan penyelenggara program afiliasi. Bentuk aksi bisa berupa pendaftaran akun, mengisi formulir, mengunduh aplikasi, hingga mengikuti webinar.

Nilai komisinya lebih tinggi dibanding CPC, karena melibatkan aksi nyata, meski belum sampai pada tahap pembelian produk.

3. CPS (Cost Per Sale)

Model ini paling umum digunakan. Komisi baru diberikan jika audiens benar-benar melakukan pembelian melalui tautan afiliasi. Besaran komisi biasanya berupa persentase dari harga produk.

Sebagai ilustrasi, apabila sebuah produk bernilai Rp150.000 dengan komisi 10 persen, maka setiap pembelian melalui tautan afiliasi menghasilkan Rp15.000 bagi affiliate marketer.

4. CPL (Cost Per Lead)

Pada sistem CPL, komisi diberikan ketika berhasil menghasilkan prospek (lead), yakni calon konsumen yang menunjukkan ketertarikan, meski belum melakukan pembelian. Aksi yang diminta biasanya sederhana, misalnya mengisi formulir atau mendaftarkan email.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.