MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Mengenal Kekudusan Allah: Dasar Iman, Keselamatan, dan Panggilan Hidup...
WA FB
Religi

Mengenal Kekudusan Allah: Dasar Iman, Keselamatan, dan Panggilan Hidup Orang Percaya

F Editor : Ferry SP Sinamo | 12 May 2026 | 05:00 WIB
Mengenal Kekudusan Allah: Dasar Iman, Keselamatan, dan Panggilan Hidup Orang Percaya
Pdt Manser Sagala, M.Th.

Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.

Kekudusan adalah atribut moral dan hakikat Allah yang paling mendasar. Dalam bahasa Ibrani, kata yang digunakan adalah "Qadosh", dan dalam bahasa Yunani adalah "Hagios". Keduanya memiliki arti dasar: "dipisahkan" atau "dikhususkan".

​Berikut adalah penjelasan mengenai kekudusan Allah berdasarkan Firman Tuhan:

1. Kekudusan sebagai Kebesaran dan Keunikan (Transendensi)

Kekudusan berarti Allah berbeda secara total dari segala ciptaan-Nya. Dia tidak terbatas, tidak bergantung pada apa pun, dan mutlak unik. Tidak ada yang bisa disandingkan dengan-Nya.

​Firman Tuhan: ​"Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain di samping Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita." (1 Samuel 2:2)

2. Kekudusan sebagai Kemurnian Moral Mutlak

​Kekudusan Allah berarti Ia sepenuhnya terpisah dari dosa, kejahatan, dan kegelapan. Allah tidak hanya "baik," tetapi Ia adalah standar kebenaran itu sendiri. Mata-Nya terlalu suci untuk memandang kejahatan dengan kompromi.

​Firman Tuhan: ​"Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman..." (Habakuk 1:13a)

​3. Kekudusan yang Menimbulkan Rasa Gentar

​Ketika manusia yang berdosa berhadapan dengan kekudusan Allah, reaksi yang muncul biasanya adalah rasa takut yang kudus (reverence) dan kesadaran akan keberdosaan diri. Hal ini terlihat jelas dalam penglihatan nabi Yesaya.

​Firman Tuhan: ​"Dan mereka berseru seorang kepada yang lain, katanya: 'Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!' Lalu kataku: 'Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir...'" (Yesaya 6:3, 5)

4. Kekudusan sebagai Dasar Panggilan bagi Manusia

​Karena Allah itu kudus, Ia menghendaki umat-Nya juga hidup dalam kekudusan. Kekudusan bukan sekadar mengikuti peraturan, melainkan mencerminkan karakter Allah dalam kehidupan sehari-hari melalui pemisahan diri dari cara hidup dunia yang berdosa.

​Firman Tuhan: ​"Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." (1 Petrus 1:15-16, mengutip Imamat 11:44)

​5. Kekudusan Allah dalam Rencana Keselamatan

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.