Segenap Hati : melibatkan perasaan, keinginan, dan kerinduan terdalam kita.
Segenap Jiwa: melibatkan kehidupan rohani dan kehendak kita untuk tetap setia.
Segenap Akal Budi: melibatkan pikiran yang memahami dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan.
Kasih yang sejati kepada Tuhan juga diwujudkan dalam kasih nyata kepada sesama, seperti yang ditegaskan dalam 1 Yohanes 4:20–21 — bahwa seseorang tidak dapat mengaku mengasihi Allah jika ia membenci saudaranya.
Kesimpulan
Mengenal Tuhan Yesus lebih dalam bukanlah sekadar memahami ajaran-Nya, tetapi menjalin hubungan pribadi yang menghasilkan kasih sejati. Kasih itu tampak dalam:
1. Ketaatan sukarela terhadap Firman Tuhan.
2. Pengabdian total dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.
3. Kasih nyata yang diwujudkan kepada sesama.
Semua ini berakar dari satu kebenaran: “Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” (1 Yohanes 4:19)
Semakin kita mengenal Yesus, semakin besar kasih kita kepada-Nya. Kasih yang sejati tidak hanya di bibir, tetapi nyata dalam ketaatan dan perbuatan. Tuhan Yesus memberkati.(A27).
CP Konseling: 0811762709 Manser Sagala
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.