Oleh: Kolom Rohani
Sebagai anak Tuhan, setiap orang percaya diajar untuk hidup dalam keyakinan penuh akan penyertaan Allah. Iman Kristen tidak hanya berbicara tentang berkat, tetapi juga tentang cara menyikapi berbagai tantangan hidup, termasuk ketika menghadapi orang-orang yang berusaha menyakiti, menjatuhkan, atau memfitnah.
Dalam situasi seperti itu, sikap yang paling tepat bukanlah kemarahan atau pembelaan diri yang berlebihan, melainkan doa. Yesus sendiri mengajarkan umat-Nya untuk mendoakan mereka yang berbuat jahat, bukan membalas dengan cara-cara duniawi. Ketakutan dan kebimbangan justru akan melemahkan kualitas iman serta merusak kedewasaan rohani.
Reaksi yang berlebihan saat menghadapi tekanan hanya akan mengurangi mutu diri dan kesaksian sebagai orang percaya. Sebaliknya, ketenangan, penguasaan diri, dan kedewasaan menunjukkan bahwa seseorang sungguh-sungguh hidup dalam pengharapan kepada Tuhan.
Keteladanan ini nyata dalam kehidupan Yesus Kristus. Ketika Ia mengajar di Bait Allah, banyak orang berusaha menangkap dan menjatuhkan-Nya. Namun, firman Tuhan mencatat bahwa tidak seorang pun dapat menyentuh-Nya, sebab waktu-Nya belum tiba.
Yesus berkata:
“Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu ketahui. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” (Yohanes 7:28–30)
Peristiwa ini menegaskan bahwa hidup Yesus sepenuhnya berada dalam kendali Allah Bapa. Tidak ada ancaman, fitnah, ataupun rencana jahat manusia yang dapat menggagalkan kehendak Tuhan. Prinsip yang sama berlaku bagi setiap orang percaya yang hidup dalam kehendak-Nya.
Ketika menghadapi perlakuan tidak adil, fitnah, atau upaya menjatuhkan, marilah kita belajar meneladani Kristus: tetap tenang, berdoa, dan berjalan dalam kebenaran. Percayalah, selama hidup kita berada dalam rencana Tuhan, tidak ada kuasa apa pun yang dapat menyentuh kita sebelum waktunya.
Tuhan Yesus memberkati. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.