MENU
Menhub Paparkan Kronologi ATR 42-500 Jatuh di Pegunungan Pangkep
WA FB
Hukum & Peristiwa

Menhub Paparkan Kronologi ATR 42-500 Jatuh di Pegunungan Pangkep

T Editor : Tumpal Pandapotan | 21 Jan 2026 | 08:33 WIB
Menhub Paparkan Kronologi ATR 42-500 Jatuh di Pegunungan Pangkep
Menhub Dudy

Jakarta, Sinata.id - Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT hilang kontak saat hendak mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, sebelum akhirnya diketahui jatuh di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2025).

Kecelakaan itu terjadi dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar yang membawa 10 orang di dalam manifest.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, pesawat tersebut dicarter Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjalankan misi pengawasan wilayah perairan. Penerbangan dimulai pada pukul 08.08 WIB dengan tujuh awak pesawat dan tiga penumpang dari KKP.

Memasuki fase akhir penerbangan, pada pukul 12.23 WITA, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke Runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin.

Namun, pada saat itu, petugas ATC mendeteksi posisi pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang semestinya.

“Pukul 12.23 WITA, ATC mengidentifikasi pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya dan memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat, serta menyampaikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1/2025).

Tidak lama setelah instruksi diberikan, komunikasi antara ATC dan pesawat terputus. Kondisi itu membuat ATC segera menetapkan fase darurat (distress phase) sesuai prosedur keselamatan penerbangan.

“Selanjutnya, Airnav Indonesia dan MATSC berkoordinasi dengan Basarnas, TNI Polri, Pemerintah Daerah Provinsi dan maupun Pemerintah Daerah Kabupaten, instansi terkait untuk membentuk krisis center yang disiapkan di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar,” kata Dudy.

Operasi pencarian terpadu mulai dilaksanakan pada Minggu (18/1) pukul 06.15 WITA dengan mengerahkan drone milik TNI Angkatan Udara di kawasan Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.

Sekitar pukul 07.46 WITA, tim SAR gabungan melihat secara visual serpihan pesawat berupa jendela yang menjadi petunjuk awal lokasi kecelakaan. Tiga menit kemudian, ditemukan serpihan besar yang diduga bagian badan dan ekor pesawat.

“Pada pukul 10.05 WIB, konferensi pers dilaksanakan di bawah koordinasi Basarnas bersama unsur TNI, Polri, KNKT, Kementerian Perhubungan, Airnav, dan Operator Perdana Pembangunan,” terang Dudy.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.