MENU
Menkeu Purbaya Bantah Keras Isu Panda Bonds: Saya Saja Baru Dengar!
WA FB
News

Menkeu Purbaya Bantah Keras Isu Panda Bonds: Saya Saja Baru Dengar!

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Nov 2025 | 17:51 WIB
Menkeu Purbaya Bantah Keras Isu Panda Bonds: Saya Saja Baru Dengar!
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada rencana menerbitkan obligasi berdenominasi renminbi, meski kabar tersebut ramai diberitakan media internasional. (Ist)

Sinata.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat suara terkait ramai kabar internasional yang menyebut Indonesia siap menerbitkan Panda Bonds tahun depan. Di hadapan awak media, ia justru terlihat heran karena isu tersebut sama sekali tidak pernah masuk dalam pembahasan resmi Kementerian Keuangan.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (14/11/2025), Menkeu menegaskan tidak ada rencana penerbitan instrumen utang berdenominasi renminbi itu.

“Panda Bonds? Baru dengar malah. Di internal saya belum ada pembahasan untuk tahun depan,” ujarnya tegas.

Menkeu menjelaskan, pemerintah saat ini tidak memiliki kebutuhan mendesak terhadap pasokan mata uang China.

Alasannya, Indonesia dan China sudah terhubung melalui kerja sama local currency transaction (LCT) yang memungkinkan transaksi langsung tanpa dolar AS.

“Limit-nya besar, sampai US$30 miliar jika dengan Indonesia. Kalau memang mau, sudah cukup untuk mereduksi ketergantungan kita terhadap dolar,” jelasnya.

Isu Berawal dari Laporan Financial Times

Isu Panda Bonds pertama kali mencuat setelah Financial Times (FT) merilis artikel yang menyebut Indonesia sedang mempertimbangkan penerbitan utang renminbi sebagai bagian dari dorongan Beijing untuk memperluas penggunaan mata uangnya.

FT mengutip dua sumber yang mengklaim bahwa Kemenkeu tengah membahas ketentuan terkait penerbitan obligasi tersebut.

Namun pernyataan Menteri Keuangan hari ini langsung membantah narasi tersebut.

Tren Global yang Sedang Menguat

Di tingkat global, instrumen Panda Bonds memang sedang naik daun.

Sejumlah negara seperti Brasil, Pakistan, hingga Slovenia sudah menyatakan minat menerbitkannya sejak awal 2025.

Suku bunga China yang rendah serta biaya pendanaan lebih murah membuat renminbi menarik bagi banyak negara yang ingin diversifikasi pembiayaan.

Data juga menunjukkan popularitas Panda Bonds meningkat tajam sejak 2023, seiring reformasi pasar keuangan Beijing.

Tahun lalu, penerbitannya mencapai rekor 195 miliar Yuan atau sekitar US$27 miliar.

Indonesia Masih Fokus di Dim Sum Bonds

Pemerintah Indonesia sendiri baru saja masuk ke pasar obligasi berdenominasi renminbi melalui penerbitan Dim Sum Bonds senilai 6 miliar Yuan di Hong Kong pada Oktober 2025.

Langkah ini diproyeksikan berlanjut tahun depan, namun bukan dalam bentuk Panda Bonds seperti yang dirumorkan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.