Menurutnya, sinkronisasi kebijakan diperlukan untuk meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik, menjaga likuiditas pasar, serta mendorong kembali masuknya aliran modal asing ke Indonesia.
“Kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” kata Purbaya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional.
“Yang saya bisa katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonominya bagus, kepemimpinan Bapak Presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah meredam kekhawatiran pasar setelah rupiah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perdagangan valuta asing Indonesia. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.