MENU
Menpora Tegaskan Sanksi Berat bagi Pelaku Kekerasan-Pelecehan Atlet
WA FB
Olahraga

Menpora Tegaskan Sanksi Berat bagi Pelaku Kekerasan-Pelecehan Atlet

T Editor : Tumpal Pandapotan | 27 Feb 2026 | 15:33 WIB
Menpora Tegaskan Sanksi Berat bagi Pelaku Kekerasan-Pelecehan Atlet
Erick Tohir

Jakarta, Sinata.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, mengambil sikap tegas merespons mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) panjat tebing.

Erick menegaskan bahwa pemerintah mendorong penerapan sanksi maksimal berupa larangan berkecimpung di dunia olahraga seumur hidup bagi siapa pun yang terbukti menjadi pelaku kekerasan terhadap atlet.

Langkah ini diambil menyusul laporan mengenai dugaan tindakan tidak terpuji yang menyeret nama pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia berinisial HB.

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sendiri telah mengambil langkah awal dengan menonaktifkan terduga pelaku dari posisinya untuk menjalani proses lebih lanjut.

Erick Thohir menyatakan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak akan memberikan ruang toleransi sedikit pun terhadap praktik pelecehan, baik secara seksual maupun fisik. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya mencederai integritas olahraga, tetapi juga merupakan bentuk pelanggaran hukum yang serius.

"Apabila memang ditemukan pelecehan atau bahkan tindak pidana kekerasan seksual serta kekerasan fisik kepada atlet FPTI, maka Kemenpora mengimbau agar sanksi paling berat, termasuk sanksi larangan seumur hidup terlibat di olahraga, dijatuhkan kepada pelaku," ujar Erick dalam keterangan resminya, Jumat (27/2/2026).

Selain sanksi administratif dalam ekosistem olahraga, Menpora menekankan pentingnya penyelesaian melalui jalur hukum formal.

Jika dugaan tersebut terbukti, pelaku diharapkan diproses berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) serta peraturan perundang-undangan lain yang relevan.

Pihak Kemenpora menilai bahwa perlindungan terhadap atlet adalah prioritas utama, mengingat dedikasi dan pengorbanan yang mereka berikan demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Erick sangat menyayangkan munculnya isu ini di tengah perjuangan para atlet yang tengah fokus mengejar prestasi. Ia menegaskan bahwa lingkungan olahraga seharusnya menjadi tempat yang aman dan suportif untuk pengembangan bakat, bukan justru menjadi lokasi terjadinya tindakan kriminal.

Ke depannya, Kemenpora berkomitmen untuk memperketat pengawasan di lingkungan Pelatnas guna memastikan keamanan fisik dan mental para atlet terjaga dari segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan atau kekerasan. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.